Boleh Impor Beras Asal Harga di Tingkat Petani Terjaga

Eko Budhiarto | Jum'at, 19/01/2024 08:39 WIB


Boleh Impor Beras Asal Harga di Tingkat Petani Terjaga Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi usai menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/1/2024).(foto:NFA)

JAKARTA – Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi menyatakan, impor beras dapat dilakukan selama harga di tingkat petani terjaga. Selain itu, beras impor sudah harus masuk sebelum masa panen raya.

"Kami laporkan kepada Bapak Presiden, tahun lalu, beliau sudah menyetujui dalam rapat internal untuk melakukan importasi beras 2 juta ton. Syaratnya memang harga di tingkat petani tetap dijaga baik seperti hari ini. Jadi balance itu, mudah-mudahan bisa di cover. Lalu ada catatan, sebelum panen raya (importasi) sudah harus masuk," ujar Arief usai menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Upaya menjaga harga di tingkat petani menjadi fokus pemerintah ke depan. Importasi beras yang dilaksanakan demi memastikan stok Cadangan Beras Pemwrintah (CBP) yang kuat, akan beriringan dengan terjaganya harga di tingkat petani.

"Stok beras kita cukup sampai peak season nanti. Kita tahu bulan depan ada Pemilu, Maret ada Ramadhan, dan April nanti Idul Fitri. Untuk angka panen di awal januari sudah ada proyeksinya, jadi  angkanya dekat-dekat 1 juta ton," kata Arief.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

"Sementara kebutuhan beras sebulan sekitar 2,5 sampai 2,6 juta ton. Dua bulan di 2024 ini akibat El Nino, total kekurangan kita memang sampai 2,8 juta ton. Tapi kita akan cover dengan yang carry over 2023 dan importasi yang masuk di 2024. Jadi saya rasa cukup stoknya," sambungnya.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Untuk diketahui, carry over importasi 2023 tersebut akan menjadi penambah kuota pada tahun 2024 ini. Untuk itu, penjajakan ke negara-negara tetangga akan terus dilakukan.

"Jadi dari Vietnam, dari Thailand, kemudian tadi kami juga melaporkan bahwa akan menindaklanjuti ke beberapa yang sudah bicara dengan Bapak Presiden, (misalnya) yang dari Cina, kemudian dari Thailand dan Vietnam," terang Arief.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

"Tapi yang harus diperhatikan, tentunya harga di tingkat petani harus tetap terus dijaga. Kita akan jaga balance ini. Stok importasi juga harus selesai masuk sebelum panen raya, sehingga tidak mengusik produksi hasil panen raya," pungkasnya.

Dengan adanya stok CBP yang secured, diproyeksikan akan dipergunakan untuk berbagai program selama tahun 2024 ini. Pelaksanaan program bantuan pangan beras kepada 22 juta keluarga membutuhkan total 1,3 juta ton untuk 2 tahapan atau 6 bulan.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ditargetkan menggunakan 1,2 juta ton dari stok CBP yang dijaga Perum Bulog. Selama Januari-Maret ini, SPHP akan dimaksimalkan sebanyak 200 ribu ton tiap bulannya.

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
NFA Arief Prasetyo Adi impor beras