Menhan Pakistan Hapus Unggahan di Medsos yang Kritik Israel

M. Habib Saifullah | Jum'at, 10/04/2026 15:16 WIB


Menhan Pakistan, Khawaja Asif menghapus unggahan di platform X usai mengkritik Israel dengan menyebutnya sebagai Warga Palestina berjuang untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di Gaza (FOTO: AL JAZEERA)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan, Khawaja Asif dilaporkan menghapus unggahan di platform X usai mengkritik Israel dengan menyebutnya sebagai "Kutukan bagi umat manusia".

Unggahan tersebut tampaknya telah dihapus di tengah reaksi keras dari Israel, dengan kantor perdana menteri Israel menyebutkan bahwa pernyataan menteri Pakistan itu "keterlaluan".

"Ini bukan pernyataan yang dapat ditoleransi dari pemerintah mana pun, terutama dari pemerintah yang mengklaim sebagai penengah netral untuk perdamaian," kata kantor perdana menteri Israel.

Unggahan Asif di platform X dilaporkan menuduh Israel membunuh orang-orang tak berdosa di seluruh wilayah Timur Tengah.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

"Pertama Gaza, lalu Iran, dan sekarang Lebanon—pertumpahan darah terus berlanjut tanpa henti," kata Asif.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

Diberitakan sebelumnya bahwa Israel masih memborbardir Lebanon di tengah kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Sebuah pesawat tak berawak pengintai Israel melayang di atas ibu kota Lebanon hampir sepanjang malam dan pinggiran selatan Beirut telah kembali menjadi sasaran perintah evakuasi paksa oleh militer Israel.

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

Serangan kali ini, mencakup pinggiran kota Jnah, tempat ribuan orang yang mengungsi dari bagian lain ibu kota berlindung.

Selain itu, tempat ini juga merupakan lokasi dua rumah sakit.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyuarakan kekhawatiran tentang hal itu, dengan mengatakan bahwa rumah sakit-rumah sakit tersebut beroperasi dengan kapasitas penuh.

Mereka merawat 450 pasien yang tidak memiliki fasilitas medis alternatif untuk didatangi, dan itu karena rumah sakit di seluruh Lebanon masih kewalahan menangani sejumlah besar orang yang terluka dalam serangan Israel pada hari Rabu.

Lebih dari 1.000 orang terluka dan mereka masih berupaya menghitung dan mengidentifikasi korban tewas seiring berlanjutnya serangan ini.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Menhan Pakistan Israel Kutukan Khawaja Asif