Ironis, TKD Guru Madrasah Kecil dan Tidak Naik Selama 10 Tahun

Akhyar Zein | Kamis, 14/10/2021 20:55 WIB


Tim robotik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Kota Makassar berhasil menyabet 4 gelar juara sekaligus dalam ajang Asean Robotic Day (ARD) 2021 pada September 2021. Bamsoet saat menerima Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI), di Jakarta, Kamis (14/10/21). (foto: Humas MPR)

Jakarta, Katakini.com- Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung agar pemerintah daerah bisa memberikan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) yang setara antara Guru Madrasah dengan Guru di sekolah umum SD-SMA. Mengingat selama ini, menurut Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI), masih ada kesenjangan perlakukan.

Sebagai contoh, TKD Guru SD di DKI Jakarta bisa mencapai Rp 4,3 - Rp 6,5 juta per bulan. Sementara TKD Guru Madrasah hanya Rp 1 juta per bulan, belum termasuk potongan pajak 15 persen, dan belum pernah ada kenaikan selama 10 tahun terakhir.

"Kondisi di berbagai daerah lain juga hampir sama. Sangat ironis. Sebaiknya ada regulasi yang jelas, yang bisa menyetarakan TKD Guru Madrasah dengan TKD Guru di sekolah umum, sebagai bentuk penghormatan sekaligus keberpihakan terhadap jasa dan pengabdian para guru. Mengingat dana pendidikan pada tahun 2021 ini sudah naik 5 kali lipat menjadi Rp 550 triliun," ujar Bamsoet usai menerima Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI), di Jakarta, Kamis (14/10/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan, jumlah madrasah negeri dan swasta di Indonesia dari mulai tingkat Raudhatul Athfal, Ibtidaiyah, Tsanawiyah, hingga Aliyah, menurut Data Statistik Tahun Ajaran Semester Ganjil 2020/2021 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, jumlahnya mencapai 83.551 unit. Dengan jumlah siswa mencapai 9,6 juta jiwa, jumlah guru mencapai 929.511 jiwa, dan tenaga pendidik mencapai 140.636 jiwa.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

"Madrasah merupakan aset kekayaan pendidikan nasional. Keberadaan madrasah yang menggabungkan pendidikan keagamaan dengan pendidikan formal, sangat membantu bangsa Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Khususnya dalam melahirkan anak bangsa yang mencintai agamanya sekaligus mencintai bangsa dan negaranya. Sehingga membantu menciptakan suasana kesejukan dan moderasi beragama. Dari madrasah, anak bangsa bisa didik mengenai pentingnya merajut perbedaan dan keragaman melalui tradisi keagamaan dan kearifan lokal," papar Bamsoet.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

Prestasi peserta didik Madrasah juga sangat mengagumkan.

Sebagai contoh, tim robotik Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 1 Kota Makassar berhasil menyabet 4 gelar juara sekaligus dalam ajang Asean Robotic Day (ARD) 2021 pada September 2021.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Menunjukan bahwa siswa madrasah siap menghadapi era Industri 4.0 dan Cybion (Cybernetics, Biologi and Ontology). Besarnya potensi para siswa madrasah tersebut tentunya harus didukung dengan keberpihakan negara yang ditunjukan oleh pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin kesejahteraan para guru dan tenaga didiknya," pungkas Bamsoet

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Info MPR Bamsoet Madrasah Guru keberpihakan