
Moeldoko, Ketua KSP yang jadi Ketum Partai Demokrat hasil KLB Sibolangit
Katakini.com - Koordinator Tim Advokasi DPP Partai Demokrat, Mehbob menuntut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko agar berhenti membohongi publik dan memutarbalikkan fakta. Moeldoko juga diminta segera minta maaf kepada Presiden Jokowi dan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
``Moeldoko jangan memutarbalikkan fakta. Justru dia yang harus minta maaf ke Presiden Jokowi dan Pak SBY. Moeldoko membawa nama Jokowi sebagai atasannya ke dalam gerakan kudeta Demokrat,`` kata Mehbob dalam keterangan persnya, Minggu (4/4/2021). Mehbob menjelaskan, aksi Moeldoko yang berkomplot dengan Jhoni Allen Marbun, Darmizal, dkk, dalam merancang, melakukan KLB abal-abal dan inkonstitusional telah merusak dan memecah belah Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dan Sekjen Teuku Riefky Harsya.``Moeldoko yang dulu dibesarkan Pak SBY harus sungkem dan secara ksatria mengaku salah. Tindakannya dalam merancang dan melakukan KLB abal-abal di Deliserdang jelas merusak dan memecah belah Partai Demokrat,`` ujarnya.
Jum'at, 10/04/2026