Yordania Tembak Jatuh 18 Rudal Balistik Iran yang Sasar Pangkalan Militer AS

M.Habib Saifullah | Rabu, 09/09/2026 16:45 WIB


Tentara Yordania pada Rabu (9/9) menyatakan telah menembak jatuh 18 rudal asal Iran yang menargetkan kerajaan sekutu Amerika Serikat (AS) tersebut. Kendaraan militer dengan bendera Yordania dan AS melaju sebagai bagian dari latihan militer di Zarqa, Yordania. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Tentara Yordania pada Rabu (9/9) menyatakan bahwa telah menembak jatuh 18 rudal asal Iran yang menargetkan kerajaan sekutu Amerika Serikat (AS) tersebut.

"Sistem pertahanan udara Yordania menghadapi 20 rudal balistik yang diluncurkan ke wilayah Yordania, dan berhasil mencegat serta menghancurkan 18 di antaranya, sementara dua rudal lainnya jatuh di daerah tak berpenghuni," kata pihak militer dalam sebuah pernyataan, seraya menambahkan bahwa rudal-rudal tersebut diyakini kuat berasal dari Iran.

Sementara itu, Garda Revolusi Iran—sayap paling kuat di militer Iran—menyatakan telah menyerang pangkalan udara AS Al-Azraq di Yordania menggunakan rudal, lapor media pemerintah.

"Operasi hukuman" tersebut merusak fasilitas pemeliharaan dan perbaikan, lokasi penempatan, serta tempat berlindung jet tempur, menurut laporan kantor berita IRNA.

Baca juga :
Ini Golongan yang Mendapatkan Minum dari Telaga Kautsar di Akhirat

Serangan tersebut terjadi setelah Teheran mendesak para kru kapal tanker minyak di perairan Kuwait dan Bahrain untuk segera meninggalkan kapal mereka, dengan peringatan bahwa mereka "akan dijadikan target," demikian bunyi pernyataan Garda Revolusi yang dirilis IRNA.

Baca juga :
KPK Periksa Direktur PT CMC, Usai Rumahnya Digeledah

Sumber: Arabnews

Baca juga :
Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Yordania dengan Rudal
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Iran AS Tentara Yordania Rudal Iran Konflik Timur Tengah