Inggris Jatuhkan Sanksi, Israel Balas Usir Diplomat dari Yerusalem

M.Habib Saifullah | Rabu, 09/09/2026 15:45 WIB


Israel telah menginformasikan kepada konsulat Inggris di Yerusalem Timur bahwa mereka harus tutup. Konsulat Inggris di Yerusalem timur yang dianeksasi Israel pada 8 September 2026. (Foto: AFP)

JAKARTA - Pemerintah Israel secara resmi telah menginstruksikan agar Konsulat Inggris di Yerusalem Timur segera ditutup. Berdasarkan keterangan dari pejabat Israel dan sumber terkait, status akreditasi para diplomat Inggris yang bertugas di sana juga akan dicabut selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari.

Lebih dari itu, perwakilan Inggris yang tergabung dalam misi koordinasi Gaza di bawah komando Amerika Serikat (AS) di Israel, beserta para diplomat yang bermarkas di Ramallah, diberi tenggat waktu hanya tujuh hari untuk segera angkat kaki.

Keputusan penutupan konsulat yang dikeluarkan pada Selasa (8/9) ini merupakan aksi balasan dari pihak Israel. Tel Aviv merespons langkah London yang menjadi motor penggerak sanksi negara-negara Barat atas tindak kekerasan para pemukim Israel terhadap warga Palestina di kawasan pendudukan Tepi Barat.

Pada hari yang sama, dengan berkoordinasi bersama Prancis dan Kanada, Inggris resmi memberlakukan larangan dagang atas produk-produk yang diproduksi di permukiman Israel di Tepi Barat. Kebijakan ini menjadi sanksi terbaru yang kian mempertegas isolasi diplomatik terhadap negara Zionis tersebut di mata dunia internasional.

Baca juga :
Hari Olahraga Nasional Setiap 9 September, Ini Sejarah dan Maknanya

Di hadapan Majelis Rendah Inggris (House of Commons), Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menegaskan bahwa negaranya tidak bisa lagi sebatas "mengecam" penderitaan dan ketidakadilan yang terjadi. Ia menekankan bahwa kini Inggris harus mengambil "tindakan" nyata guna menghentikan ekspansi permukiman Israel.

Baca juga :
Usai Paksa Warga Mengungsi, Israel Gempur Kamp Bureij di Gaza

"Hari ini kami menolak untuk sekadar menjadi penonton atas penderitaan lebih lanjut dan hancurnya solusi dua negara," ujar Miliband. Sikap ini kembali mempertegas komitmen jangka panjang Inggris terhadap penyelesaian konflik melalui solusi dua negara, sebuah konsep perdamaian yang secara konsisten ditolak oleh Israel. (Sumber: Arab News)

Baca juga :
Adab Meminjam Barang dan Ancaman Bahaya Menahannya
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Diplomat Inggris Konsulat Inggris Konflik Palestina