
Konsulat Inggris di Yerusalem timur yang dianeksasi Israel pada 8 September 2026. (Foto: AFP)
JAKARTA - Pemerintah Israel secara resmi telah menginstruksikan agar Konsulat Inggris di Yerusalem Timur segera ditutup. Berdasarkan keterangan dari pejabat Israel dan sumber terkait, status akreditasi para diplomat Inggris yang bertugas di sana juga akan dicabut selambat-lambatnya dalam waktu 30 hari.
Lebih dari itu, perwakilan Inggris yang tergabung dalam misi koordinasi Gaza di bawah komando Amerika Serikat (AS) di Israel, beserta para diplomat yang bermarkas di Ramallah, diberi tenggat waktu hanya tujuh hari untuk segera angkat kaki.
Keputusan penutupan konsulat yang dikeluarkan pada Selasa (8/9) ini merupakan aksi balasan dari pihak Israel. Tel Aviv merespons langkah London yang menjadi motor penggerak sanksi negara-negara Barat atas tindak kekerasan para pemukim Israel terhadap warga Palestina di kawasan pendudukan Tepi Barat.
Pada hari yang sama, dengan berkoordinasi bersama Prancis dan Kanada, Inggris resmi memberlakukan larangan dagang atas produk-produk yang diproduksi di permukiman Israel di Tepi Barat. Kebijakan ini menjadi sanksi terbaru yang kian mempertegas isolasi diplomatik terhadap negara Zionis tersebut di mata dunia internasional.
Di hadapan Majelis Rendah Inggris (House of Commons), Menteri Luar Negeri Inggris Ed Miliband menegaskan bahwa negaranya tidak bisa lagi sebatas "mengecam" penderitaan dan ketidakadilan yang terjadi. Ia menekankan bahwa kini Inggris harus mengambil "tindakan" nyata guna menghentikan ekspansi permukiman Israel.
"Hari ini kami menolak untuk sekadar menjadi penonton atas penderitaan lebih lanjut dan hancurnya solusi dua negara," ujar Miliband. Sikap ini kembali mempertegas komitmen jangka panjang Inggris terhadap penyelesaian konflik melalui solusi dua negara, sebuah konsep perdamaian yang secara konsisten ditolak oleh Israel. (Sumber: Arab News)
Senin, 07/09/2026
Sabtu, 05/09/2026
Selasa, 01/09/2026