Harga Minyak Dunia Melonjak Imbas Eskalasi Konflik AS-Iran

M.Habib Saifullah | Rabu, 02/09/2026 20:05 WIB


Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Rabu (2/9) pagi, melanjutkan lonjakan dari sesi sebelumnya seiring meningkatnya kekhawatiran eskalasi Iran-AS. Kapal tanker minyak melewati Selat Hormuz, 21 Desember 2018. REUTERS

JAKARTA - Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Rabu (2/9) pagi, melanjutkan lonjakan dari sesi sebelumnya seiring meningkatnya kekhawatiran atas gangguan pasokan setelah Amerika Serikat dan Iran saling melancarkan serangan balasan sepanjang malam, memupuskan harapan akan peredaan ketegangan dalam waktu dekat di Timur Tengah.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,03 dolar AS atau 1,1 persen menjadi 95,68 dolar AS per barel pada pukul 09.05 waktu Arab Saudi, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 61 sen atau 0,7 persen ke level 90,83 dolar AS.

Kedua kontrak tersebut meroket lebih dari 4 dolar AS pada Selasa, mencatatkan kenaikan harian terbesar Brent sejak 24 Juli dan kenaikan terbesar WTI sejak 23 Juli.

AS menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap target-target di Iran sepanjang malam, yang memicu balasan dari Teheran dalam eskalasi konflik paling serius antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Baca juga :
Shahih Al-Bukhari Kitab Hadis Paling Otentik Dalam Islam

Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa serangan AS akan semakin membatasi lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur perairan vital yang mengangkut sekitar seperlima konsumsi minyak global sebelum konflik dan kini secara efektif telah ditutup oleh Iran bagi pelayaran komersial.

Baca juga :
Mengenal Tafsir Ibnu Katsir Rujukan Utama Memahami Al-Qur’an

"Perkembangan dalam beberapa hari terakhir membawa kembali risiko pasokan minyak regional ke dalam fokus... Kami telah melihat aliran minyak melintasi Selat Hormuz meskipun terjadi kebuntuan antara AS dan Iran, namun eskalasi ketegangan yang meningkat jelas menempatkan perlintasan dalam risiko," kata analis ING dalam sebuah catatan klien.

IRGC juga mengklaim telah menargetkan pangkalan militer AS di Yordania dengan rudal balistik yang diklaim menewaskan sejumlah besar pasukan AS. Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan serangan drone berskala besar terhadap pangkalan AS di Bahrain sebagai respons atas serangan Amerika.

Baca juga :
Gunung Sinabung Level III, Musa Rajekshah Imbau Masyarakat Waspada

Militer Yordania menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mengintersepsi 10 dari 13 rudal balistik yang memasuki ruang udaranya, sementara dua pejabat AS menyebutkan belum ada laporan korban jiwa dari pihak Amerika akibat serangan tersebut sejauh ini. Secara terpisah, Kuwait menyatakan angkatan bersenjatanya sedang merespons aktivitas drone musuh.

Saling serang terbaru ini menyusul lonjakan permusuhan pada akhir pekan lalu, yang merupakan yang pertama sejak Juli, dan terjadi setelah serangan terhadap dua kapal tanker yang berangkat dari Selat Hormuz pada Senin, sehingga menyebabkan gangguan lebih lanjut pada pasokan minyak dan memaksa para pedagang mencari alternatif pengiriman minyak mentah.

"Pasar minyak tidak lagi sekadar memperhitungkan risiko perang; pasar semakin memperhitungkan biaya dari perang yang tidak terselesaikan," kata Priyanka Sachdeva, Kepala Wawasan Pasar di Phillip Nova.

"Sampai ada bukti jelas bahwa negosiasi dapat menghasilkan resolusi yang bertahan lama dan aliran minyak normal melalui Selat Hormuz kembali pulih, premi risiko pada minyak mentah kemungkinan akan tetap tinggi."

Sementara itu di AS, produsen minyak terbesar di dunia, stok minyak mentah turun 2,6 juta barel pada pekan yang berakhir 28 Agustus, sementara stok distilat, termasuk diesel dan minyak pemanas, berkurang 265.000 barel, menurut sumber pasar mengutip data dari American Petroleum Institute (API).

Sumber: Arabnews

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Harga Minyak Dunia Perang Iran Selat Hormuz Iran AS