Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Yordania dengan Rudal

M.Habib Saifullah | Rabu, 09/09/2026 16:15 WIB


Iran melancarkan serangan baru terhadap target-target Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah Ilustrasi peluncuran rudal balistik Iran (Foto: AP Photo)

JAKARTA - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak usai Iran melancarkan serangkaian serangan baru terhadap sejumlah aset Amerika Serikat (AS) pada Rabu. Gempuran ini diklaim sebagai aksi balasan atas hancurnya kapal-kapal tanker minyak Iran oleh pasukan AS, yang semakin memperdalam jurang konflik di antara kedua negara.

Pasukan elite Garda Revolusi Iran mengonfirmasi bahwa mereka telah menyasar 20 kapal AS yang berupaya melintasi Selat Hormuz. Sejak perang berkecamuk enam bulan lalu, jalur urat nadi distribusi minyak dan gas global ini memang sebagian besar berada di bawah kendali Teheran.

Saat ini, kedua belah pihak terjebak dalam fase kebuntuan. Iran terus mencengkeram Selat Hormuz, sementara Washington gencar memblokade ekonomi dan pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sebagai respons atas hancurnya lima armada tanker minyak mereka sehari sebelumnya, Garda Revolusi juga menghujani pangkalan udara militer AS, Al-Azraq, di Yordania dengan rudal. Menurut laporan kantor berita IRNA, "operasi hukuman" tersebut sukses merusak fasilitas perbaikan, tempat berlindung jet tempur, serta area penempatan militer. Namun, pihak militer Yordania mengklaim berhasil menembak jatuh 18 rudal Iran yang melintasi wilayah udaranya.

Baca juga :
Mengenal Amnesia dan Biaya Pemulihannya

Di sisi lain, AS berdalih penghancuran lima kapal tanker Iran merupakan tindakan balasan karena Teheran telah menargetkan kapal perang Amerika untuk kedua kalinya dalam sepekan terakhir. Militer AS juga mengklaim telah menginstruksikan para kru untuk meninggalkan kapal sebelum serangan mematikan itu dilancarkan.

Baca juga :
Hari Kesadaran Sindrom Alkohol Janin Sedunia, Ini Makna dan Tujuannya

"Iran terus mencoba menyerang kapal-kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencobanya, mereka akan kehilangan kapal tanker. Saya rasa Anda akan melihat hal itu terjadi lagi hari ini," tegas Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, kepada awak media di Kolombia pada Selasa.

Eskalasi pertempuran ini langsung mengguncang pasar energi. Pada perdagangan Asia pagi hari, harga minyak dunia meroket nyaris menembus USD100 per barel akibat kekhawatiran tersendatnya pasokan dari kawasan Timur Tengah. Minyak mentah acuan global, Brent, melonjak ke level USD99,46 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) AS naik ke posisi USD94,45 per barel.

Baca juga :
Inggris Jatuhkan Sanksi, Israel Balas Usir Diplomat dari Yerusalem

Ancaman Teheran rupanya kian meluas. Garda Revolusi memperingatkan bahwa mereka akan menjadikan kapal-kapal tanker di perairan sekutu AS, yakni Kuwait dan Bahrain, sebagai target selanjutnya. Pihak Iran bahkan telah mendesak seluruh awak kapal di wilayah tersebut untuk segera mengevakuasi diri dari kapal mereka.

Sikap agresif ini sejalan dengan ancaman Kepala Staf Angkatan Darat Iran, Ali Abdollahi, yang sebelumnya berjanji akan menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan tersebut jika aset minyak Iran terus diganggu. Bahkan, pada Selasa, media Iran melaporkan sebuah rudal AS kembali menghantam tanker di perairan Pulau Kharg, beruntung tidak ada korban jiwa.

Imbas konflik ini, lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz—yang normalnya melayani sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan LNG dunia—nyaris lumpuh total. Teheran kini memaksa seluruh kapal untuk mengantongi izin resmi dan membayar biaya transit sebelum melintasi perairan tersebut.

Dalam insiden terpisah pada hari Selasa, Garda Revolusi mengklaim telah menyita sebuah drone kapal selam tanpa awak milik AS di Selat Hormuz, yang mereka sebut sebagai armada termodern. Militer AS menepis klaim kecanggihan itu dengan menyebut drone tersebut hanyalah "model lawas" yang sedang mengalami malfungsi dan sama sekali tidak memuat data sensitif.

Selain itu, televisi pemerintah Iran turut melaporkan adanya serangan rudal balistik dari Garda Revolusi yang menyasar dua kapal perusak AS. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak militer AS mengenai laporan tersebut.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Iran AS Perang Iran IRGC Iran