Usai Paksa Warga Mengungsi, Israel Gempur Kamp Bureij di Gaza

M.Habib Saifullah | Rabu, 09/09/2026 15:15 WIB


Serangan ini dilancarkan tak lama setelah pihak militer menginstruksikan warga setempat untuk mengevakuasi diri Warga Palestina berjalan melewati reruntuhan bangunan. (Foto: REUTERS)

JAKARTA - Militer Israel kembali melancarkan gempuran ke kamp pengungsi Bureij di wilayah Gaza Tengah pada Selasa (8/9). Berdasarkan keterangan awal warga setempat, serangan tersebut terjadi sesaat usai dikeluarkannya instruksi militer yang mengharuskan penduduk segera mengosongkan sejumlah area.

Mengutip pernyataan warga kepada Arab News, peringatan evakuasi disebarkan pada hari yang sama sebagai pertanda akan adanya serangan di beberapa blok dalam kawasan kamp. Laporan dari berbagai media lokal dan Arab menyebutkan bahwa hal ini memicu gelombang pengungsian baru, di mana warga berbondong-bondong meninggalkan Bureij menuju Nuseirat untuk mencari tempat yang lebih aman.

Salah satu penduduk Gaza Tengah, Maysa Yousef, menuturkan bahwa pihak militer memang telah menebar ancaman akan menghancurkan sebuah rumah. Namun, sasaran pastinya sama sekali tidak diketahui oleh para warga.

"Tentara Israel mengatakan akan mengebom sebuah rumah—hanya Tuhan yang tahu rumah siapa," ucap Yousef, yang disampaikannya sekitar satu jam sebelum dentuman keras terdengar. "Seluruh kawasan Bureij harus dievakuasi hanya karena rencana pengeboman sebuah rumah yang pemiliknya belum disebutkan."

Baca juga :
Adab Meminjam Barang dan Ancaman Bahaya Menahannya

Informasi dari media setempat mengindikasikan bahwa kediaman keluarga Al-Siraj di Blok 7 adalah lokasi yang digempur, meski Arab News belum bisa mengonfirmasi kebenaran laporan ini secara mandiri.

Baca juga :
Eks Dirut BJB Yuddy Renaldi Kembali Diperiksa KPK

Yousef menambahkan, peringatan untuk mengosongkan wilayah dilakukan secara berantai dari satu permukiman ke permukiman lainnya. Situasi ini sontak menciptakan kepanikan masif di kalangan keluarga yang sebelumnya sudah menjadi korban gusuran perang.

"Mereka menelepon satu rumah di setiap lingkungan dan menyuruh orang-orang untuk segera mengungsi," tuturnya. "Masyarakat melarikan diri dalam kondisi panik. Mereka akan tetap berada di jalanan sampai perintah evakuasi dicabut."

Baca juga :
3 Gunung Paling Angker di Pulau Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut

Perintah pengosongan paksa ini berdampak besar pada kamp yang mayoritas diisi oleh para pengungsi dari daerah Gaza lainnya yang sekadar bertahan di tenda-tenda darurat. "Seluruh kamp sedang dievakuasi. Padahal kamp ini isinya tenda dan orang-orang terlantar, termasuk orang sakit, anak-anak, hingga penyandang disabilitas," tegasnya.

Pada hari yang sama di lokasi terpisah, area di sekitar Rumah Sakit Al-Shifa, Kota Gaza, juga tak luput dari instruksi evakuasi serupa oleh militer Israel. Menurut laporan media Palestina, sebuah hunian yang berdekatan dengan ruang bersalin di kompleks medis tersebut hancur terkena serangan udara.

Yousef menggarisbawahi bahwa bagi sebagian besar warga, paksaan untuk pindah ini kembali membangkitkan luka batin dan trauma karena harus berulang kali terusir dari tempat tinggal mereka.

"Saya lebih baik mati daripada harus dievakuasi," ungkapnya dengan nada pilu. "Hal paling sulit di dunia ini adalah harus meninggalkan semua yang kita miliki dan pergi. Saat kami harus lari menyelamatkan diri sebelumnya, kami bahkan bertelanjang kaki."

Data dari otoritas kesehatan setempat per hari Selasa mencatat angka kematian mencapai 73.662 warga Palestina, sementara 174.627 orang mengalami luka-luka sejak agresi militer Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, menyusul serangan dari kelompok Hamas.

Pihak berwenang juga menyampaikan melalui saluran Telegram resminya bahwa dalam kurun waktu 24 jam terakhir, berbagai rumah sakit di wilayah kantong tersebut telah menerima sedikitnya empat jenazah serta lima pasien luka-luka.

Lebih lanjut disebutkan, sejak berlakunya gencatan senjata yang rapuh pada 10 Oktober 2025, sebanyak 1.355 warga Palestina dilaporkan tewas dan 4.516 lainnya luka-luka. Diyakini masih banyak korban yang tertimbun puing-puing reruntuhan bangunan atau terperangkap di area-area jalan yang sulit diakses oleh petugas ambulans maupun tim pertahanan sipil.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Serangan Israel Kamp Pengungi Gaza Genosida Israel