Ini Tips Cegah Bakteri Salmonella pada Ayam dan Daging

Vaza Diva | Minggu, 05/10/2025 09:45 WIB


 Kontaminasi bakteri Salmonella pada daging dan ayam merupakan isu penting dalam upaya menjaga keamanan pangan Ilustrasi - daging di pasar (Foto: Ist)

JAKARTA - Kontaminasi bakteri Salmonella pada daging dan ayam merupakan isu penting dalam upaya menjaga keamanan pangan.

Keberadaan bakteri ini berpotensi menimbulkan infeksi pada saluran pencernaan, yang umumnya ditandai dengan gejala seperti demam, mual, muntah, sakit perut, serta diare.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah pencegahan yang efektif agar risiko kesehatan dapat diminimalkan.

Salah satu hal utama yang perlu diperhatikan adalah kebersihan alat masak dan wadah penyimpanan. Menurut Khaerani Angelia, Kepala Subinstalasi Perencanaan, Produksi, dan Distribusi Makanan RSCM, proses pencucian alat makan dan wadah menjadi tahap krusial dalam mencegah kontaminasi.

Baca juga :
IMF dan Bank Dunia Peringatkan Dampak Krisis dari Selat Hormuz

Air dapat menjadi sumber kontaminan terbesar, sehingga pencucian harus dilakukan dengan cermat. Pembilasan akhir menggunakan air panas dengan suhu lebih dari 70⁰C dinilai efektif membunuh bakteri yang mungkin menempel.

Baca juga :
Legislator PKB Usul Instruksi Prabowo soal Bahasa Prancis Diterapkan Bertahap

Selain kebersihan, pemisahan alat masak untuk bahan mentah dan matang juga sangat dianjurkan. Talenan, pisau, atau peralatan lainnya sebaiknya digunakan secara terpisah agar bakteri dari bahan mentah tidak berpindah ke makanan yang sudah dimasak. Hal ini membantu mencegah penyebaran Salmonella di dapur.

Penyimpanan bahan makanan juga memegang peranan penting. Ayam, daging, dan ikan yang akan disimpan dalam waktu singkat, misalnya 1-3 hari, sebaiknya ditempatkan pada suhu antara -5⁰C hingga 0⁰C. Sedangkan untuk penyimpanan lebih lama, suhu harus dijaga di bawah -10⁰C agar pertumbuhan bakteri dapat dikendalikan.

Baca juga :
Registrasi SIM HP Pakai Biometrik Wajah Wajib Mulai 1 Juli 2026

Saat memasak, suhu dan durasi pemasakan menjadi faktor utama untuk membunuh bakteri. Metode pengolahan berbeda memiliki standar suhu masing-masing, seperti makanan kukus di atas 90⁰C, rebusan lebih dari 95⁰C, masakan bertumis minimal 80⁰C, gorengan di atas 130⁰C, dan panggangan setidaknya 120⁰C. Durasi memasak juga harus disesuaikan dengan jenis dan ukuran bahan agar kematangan sempurna dan bakteri berbahaya hilang.

Selain itu, penggunaan kain lap untuk mengeringkan alat makan sebaiknya dihindari. Paper towel atau tisu dapur sekali pakai lebih disarankan karena kain lap yang digunakan berulang kali bisa menjadi media penyebaran bakteri.

Upaya teknis ini sebaiknya dilengkapi dengan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kebersihan dalam pengolahan makanan.

Pemerintah dan berbagai instansi rutin melakukan kampanye untuk memberikan panduan cara mengolah ayam dan daging dengan benar, sehingga aman dikonsumsi.

Dengan menerapkan praktik kebersihan dan pengolahan yang tepat, risiko kontaminasi bakteri Salmonella dapat diminimalkan. Langkah-langkah ini penting untuk menjaga kesehatan keluarga dan memastikan makanan yang dikonsumsi tetap aman.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Bakteri Salmonella Daging Ayam