• Gaya Hidup

Hari Perawatan dan Dukungan Internasional Setiap 29 Oktober, Ini Tujuannya

Vaza Diva | Kamis, 29/10/2026 16:30 WIB

Hari Perawatan dan Dukungan Internasional Setiap 29 Oktober, Ini Tujuannya Ilustrasi - Hari Perawatan dan Dukungan Internasional setiap 29 Oktober (Foto: LO/Crozet M)

JAKARTA - Di balik roda kehidupan dan roda ekonomi modern, jutaan orang di seluruh dunia menggantungkan keberlangsungan hidup mereka pada dedikasi para pekerja perawatan (caregivers).

Sebagai bentuk pengakuan resmi terhadap peran vital sektor ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 29 Oktober sebagai Hari Perawatan dan Dukungan Internasional (International Day of Care and Support).

Lahirnya peringatan global ini terhitung masih relatif baru di panggung diplomasi internasional. Momentum utamanya mengemuka pasca-pandemi COVID-19, saat krisis kesehatan global memperlihatkan betapa bergantungnya dunia pada sistem perawatan dan dukungan sosial, namun di sisi lain memunculkan ketimpangan besar dalam perlindungan para pekerjanya.

Merespons kondisi tersebut, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan resolusi A/RES/77/317 pada 24 Juli 2023 yang menandai masuknya 29 Oktober ke dalam kalender PBB, dengan peringatan perdana yang mulai digelar secara serentak di berbagai negara pada tahun yang sama.

Inisiatif ini didorong kuat oleh koalisi organisasi internasional, termasuk Organisasi Buruh Internasional (ILO) dan UN Women, guna menyoroti ekosistem perawatan (care economy) yang selama ini kurang mendapatkan perhatian memadai.

PBB secara khusus menggarisbawahi peran para caregivers, baik tenaga profesional di fasilitas kesehatan dan panti asuhan, maupun anggota keluarga yang mencurahkan waktu mereka untuk merawat lansia, anak-anak, orang sakit, serta penyandang disabilitas di rumah.

Salah satu fokus utama dari peringatan ini adalah mengatasi ketimpangan gender dalam pekerjaan perawatan tanpa upah. Secara global, mayoritas beban perawatan domestik ditanggung oleh perempuan, yang tak jarang memaksa mereka mengorbankan pendidikan, peluang karier, hingga kemandirian finansial.

Selain itu, PBB menekankan bahwa investasi pada sistem perawatan yang terstruktur dan inklusif bukan hanya soal keadilan sosial, melainkan juga kunci utama dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan produktivitas ekonomi suatu negara.

Melalui peringatan setiap 29 Oktober, negara-negara anggota PBB didorong untuk merumuskan kebijakan konkret yang mendukung para pekerja perawatan.

Langkah ini mencakup penyediaan jaminan sosial, perlindungan hak kerja yang layak bagi tenaga perawatan profesional, serta kemudahan akses terhadap layanan perawatan yang berkualitas bagi kelompok masyarakat rentan.

Peringatan ini menegaskan pesan bahwa memberi perawatan dan dukungan bukanlah tanggung jawab individu belaka, melainkan komitmen bersama untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan humanis.