• News

Israel Pakai Senjata Listrik Buatan AS Siksa Tahanan Palestina

M.Habib Saifullah | Jum'at, 23/10/2026 13:15 WIB

Israel Pakai Senjata Listrik Buatan AS Siksa Tahanan Palestina Arsip - Tahanan Palestina yang dibebaskan, di Khan Younis, 1 Februari 2025. REUTERS

JAKARTA - Pasukan Israel dilaporkan menggunakan senjata kejutan listrik buatan Amerika Serikat untuk menyiksa para tahanan Palestina di fasilitas penahanan dan penjara-penjara Israel.

Hal tersebut diungkapkan berdasarkan hasil investigasi bersama yang diterbitkan oleh surat kabar The Guardian dan kelompok wartawan investigasi Arab Reporters for Investigative Journalism (ARIJ).

Investigasi tersebut mengidentifikasi empat mantan tahanan Palestina yang memberi kesaksian bahwa mereka mengalami penyiksaan oleh personel Israel menggunakan senjata penyengat listrik yang menyerupai Taser produksi perusahaan asal AS, Axon Enterprise.

Temuan ini memicu keprihatinan serius mengenai berlanjutnya pasokan senjata energi buatan Amerika Serikat ke Israel di tengah maraknya bukti kejahatan dan penyiksaan di dalam penjara.

Salah seorang mantan tahanan berusia 43 tahun yang kehilangan kedua kakinya dalam perang Gaza dan sempat ditahan di Penjara Ofer, mengungkapkan bahwa tentara Israel berulang kali memukulinya serta memberikan sengatan listrik saat ia berada dalam kondisi terikat.

Lebih dari setahun berlalu, bekas luka penyiksaan tersebut masih tersisa di tubuhnya. Organisasi International Rehabilitation Council for Torture Victims menyatakan bahwa pola luka pada tubuh korban mengindikasikan adanya sengatan listrik berulang ketika korban diikat dengan sangat kencang.

Mantan tahanan lainnya mengaku disiram air terlebih dahulu sebelum disengat listrik oleh petugas pada tahun 2024. Dampaknya, hingga kini ia terus mengalami gangguan penglihatan, kejang-kejang, serta sering pingsan secara berulang.

Investigasi The Guardian dan ARIJ turut membongkar keberlanjutan hubungan komersial antara Axon Enterprise dan lembaga keamanan Israel. Perusahaan asal AS tersebut diketahui mencantumkan distributor resmi di Israel pada tahun 2025 serta memamerkan produk senjata kejutan listrik terbarunya kepada pejabat keamanan Israel dalam sebuah konferensi pada Juni 2025.

Temuan ini memperkuat rentetan peringatan dari berbagai organisasi hak asasi manusia internasional. Pada Maret 2025, Amnesty International mendokumentasikan penyalahgunaan senjata kejutan listrik di lebih dari 40 negara dan menyerukan pengawasan ketat terhadap manufaktur serta perdagangannya.

Selain itu, Komite PBB Menentang Penyiksaan (UN Committee Against Torture) pada November tahun lalu juga menyoroti laporan penyiksaan sistematis terhadap tahanan Palestina, termasuk penyetruman dan kekerasan seksual.

Laporan dari 13 organisasi HAM Israel pada November 2025 mengonfirmasi bahwa sedikitnya 94 warga Palestina telah tewas di dalam tahanan Israel sejak perang Gaza pecah pada Oktober 2023.

Kendati demikian, akuntabilitas terhadap para pelaku penyiksaan dilaporkan sangat terbatas. Dalam sebuah kasus di fasilitas penahanan Sde Teiman, tuduhan terhadap lima tentara cadangan Israel yang menyiksa tahanan menggunakan Taser ditarik kembali oleh jaksa militer pada Maret 2026 dengan alasan kendala pembuktian dan prosedur.