Pikat Turis, Petani Thailand Bikin Karya Seni dengan Tanaman Padi di Sawah

| Rabu, 20/12/2023 18:05 WIB


Pikat Turis, Petani Thailand Bikin Karya Seni dengan Tanaman Padi di Sawah Gambar kucing yang dibuat oleh Thunyapong Jaikum, seorang petani dan seniman Thailand, terlihat di sawah di provinsi Chiang Rai, utara Thailand, 16 Desember 2023. Foto: Reuters

BAN KHON SUNG - Seekor kucing sedang tidur memeluk seekor ikan dalam gambar yang dilihat dari udara, diambil dari bibit pelangi yang sedang tumbuh di sawah di Thailand untuk menggambarkan pepatah tradisional tentang kelimpahan.

Petani Tanyapong Jaikham dan tim pekerja menanam bibit di berbagai tempat di lahan di provinsi utara Chiang Rai untuk menggambarkan kucing kartun, dengan harapan dapat memikat wisatawan dan pecinta kucing.

“Kami berharap puluhan ribu orang datang dan melihat seni di sawah,” katanya.

Prosesnya bergantung pada koordinat GPS untuk memposisikan bibit seperti yang ditentukan dalam sketsa awal seniman, katanya, dengan tanaman yang berubah warna seiring pertumbuhannya.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

“Sangat penting untuk memposisikannya secara akurat, dan warna padi akan berubah secara bertahap seiring berjalannya waktu,” tambahnya, hingga pada tahap panen akhir, jerami padi menghasilkan potret Cooper, kucing yang menjadi modelnya.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

Menara pengamatan sedang dibangun di area sekitar untuk memberikan pengunjung gambaran sekilas tentang karya seni tersebut, yang didasarkan pada pepatah Thailand, "Ada ikan di air dan nasi di ladang."

Sebagai pengekspor biji-bijian terbesar kedua di dunia setelah India, Thailand menargetkan pengiriman 8,5 juta metrik ton tahun ini.

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?

Kaum muda yang ingin belajar lebih banyak tentang interaksi seni dan teknologi juga dapat memperoleh manfaat dengan mengunjungi situs ini, kata Tanyapong.

“Sebelumnya, beras hanya dianggap sebagai makanan konsumsi,” ujarnya. “Pendekatan ini memungkinkan kita mengembangkan pariwisata dan pertanian secara bersamaan.”

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Petani Thailand Pikat Turis Padi Sawah