Siti Nurbaya Berang, Bantah Asap Indonesia Nyeberang ke Malaysia

Eko Budhiarto | Senin, 02/10/2023 15:44 WIB


Siti Nurbaya Berang, Bantah Asap Indonesia Nyeberang ke Malaysia Ilustrasi

JAKARTA - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membantah tudingan soal kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia melintas ke negara Malaysia.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar melalui keterangan resmi di Jakarta, Senin (2/10/2023), menyatakan komplain Malaysia terhadap kabut asap Indonesia itu tidak benar.

"Kami terus mengikuti perkembangan dan tidak ada transboundary haze ke Malaysia," ujar Siti Nurbaya

Berkenaan dengan peta citra asap lintas batas, pihaknya mendapat laporan sandingan peta citra sebaran asap dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan The ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) untuk periode tanggal 28-30 September 2023 serta sampai dengan kemarin sore pukul 16.00 WIB.

Menurutnya, tidak ada kabut asap lintas batas dari Indonesia menyeberang ke Malaysia.

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

Berdasarkan hasil pantauan ASMC, kata dia, selama beberapa hari tersebut asap terpantau moderat hingga pekat di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

Baca juga :
Puan Pastikan DPR Kawal Pelaksanaan Haji 2026

Pada 1 Oktober 2023 asap mulai pekat di Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Sumatera Selatan (Sumsel). Meski demikian asap lintas batas terpantau tidak ada.

ASMC merupakan program kolaborasi regional di antara National Meteorological Services (NMSs) negara-negara anggota ASEAN. ASMC diselenggarakan di bawah Layanan Meteorologi Singapura.

Baca juga :
Klinik SMM Jadikan Momen Hari Kartini Perkuat Peran Perempuan dalam Layanan Kesehatan

Sementara data BMKG berdasarkan pantauan satelit Himawari, citra sebaran asap wilayah Indonesia pada tiga hari tersebut terdeteksi asap di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.

Arah angin di Indonesia pada umumnya dari tenggara ke barat laut hingga timur laut dan tidak terdeteksi ada asap lintas batas.

"Jadi jelas ya, keduanya menyatakan tidak ada asap lintas batas," kata Siti Nurbaya.

Lebih lanjut dia menuturkan ada berbagai catatan dari berbagai pihak yang perlu menjadi perhatian. Saat ini pemerintah Indonesia masih terus berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan gambut di Sumsel, Kalteng, dan Kalimantan Selatan (Kalsel), serta beberapa daerah lain di Pulau Sumatra dan Kalimantan, termasuk sebagian Jawa.

Berbagai operasi dilakukan untuk memadamkan api mulai dari pemadaman darat, water bombing, hingga teknologi modifikasi cuaca.

KLHK mengungkapkan ada 203 perusahaan mendapatkan peringatan dan 20 perusahaan sudah disegel karena kebakaran, diantaranya anak perusahaan Malaysia.

"Pemerintah Indonesia terus bekerja keras untuk mengatasi hal itu (karhutla)," ujar Siti Nurbaya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Siti Nurbaya Bakar asap Malaysia