Korea Utara Menuduh Amerika Delapan Kali Masuki Zona Ekonominya

| Selasa, 11/07/2023 21:05 WIB


Korea Utara Menuduh Amerika Delapan Kali Masuki Zona Ekonominya Kim Yo Jong, saudara perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di Mausoleum Ho Chi Minh di Hanoi, Vietnam 2 Maret 2019. Foto: Reuters

JAKARTA - Kim Yo Jong Korea Utara, saudara perempuan kuat pemimpin Kim Jong Un, pada Selasa menuduh pesawat mata-mata militer AS memasuki Zona Ekonomi Eksklusif negara itu delapan kali, lapor media pemerintah KCNA.

Kim memperingatkan bahwa pasukan AS akan menghadapi "penerbangan yang sangat kritis" jika mereka melanjutkan apa yang disebutnya "intrusi ilegal", mengulangi tuduhan yang dibuatnya pada hari Senin bahwa AS telah melanggar wilayah udaranya dengan melakukan penerbangan pengawasan. Ia juga memperingatkan penerbangan semacam itu dapat ditembak jatuh.

Pentagon sebelumnya menepis tuduhan pelanggaran wilayah udara Pyongyang dan mengatakan militer AS telah mematuhi hukum internasional.

"Jadi tuduhan itu hanyalah tuduhan," kata juru bicara Pentagon Sabrina Singh kepada wartawan.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Kim menuduh Angkatan Udara AS menyusup ke "zona air ekonomi" Korut pada Senin di lepas pantai timur semenanjung Korea di langit di atas laut 435 km (270 mil) timur Tongchon Provinsi Gangwon dan 276 km tenggara Uljin Provinsi Gyeongsang Utara.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) suatu negara - yang membentang 200 mil laut dari zona teritorial 12 mil laut di sekitar pantai - adalah hak untuk mengeksploitasi sumber daya laut di dalamnya tetapi tidak memberikan kedaulatan atas permukaan air atau ruang udara di atasnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller mendesak Korea Utara "untuk menahan diri dari tindakan eskalasi" dan mengulangi seruannya untuk "terlibat dalam diplomasi yang serius dan berkelanjutan" ketika ditanya tentang pernyataan Korea Utara pada jumpa pers reguler pada hari Senin.

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?

Menyebut masalah itu "satu antara Tentara Rakyat Korea dan pasukan AS," dia mengatakan kepada Korea Selatan untuk tidak terlibat dalam pernyataan yang dibawa oleh KCNA.

Kepala Staf Gabungan Korea Selatan mengatakan Pyongyang meningkatkan ketegangan dengan menggunakan ancaman atas apa yang dikatakannya sebagai "aktivitas penerbangan normal" oleh Korea Selatan-AS. aliansi dalam sebuah pernyataan Senin malam.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Korea Utara Ancam Tembak Matamata Amerika