
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambut kehadiran delegasi Konferensi Internasional Ketua MPR (foto: Humas MPR)
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menyambut kehadiran delegasi Konferensi Internasional Ketua Majelis Permusyawaratan, Majelis Syura, atau Nama Sejenis Lainnya dari Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam (International Conference of Speakers of Consultative Assembly, Shura Council or Other Similar Names of The Organization of Islamic Cooperation Member States) dalam Welcoming Dinner di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Senin malam (24/10/2022). Para delegasi akan mengikuti konferensi internasional yang berlangsung 24-26 Oktober 2022 dalam rangka pembentukan Forum MPR Dunia atau nama lain yang nanti disepekati para delegasi.
“Kami berterimakasih atas kesediaan meringankan langkah dan meluangkan waktu untuk memenuhi undangan kami dalam acara Konferensi Internasional Pimpinan Lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat, Majelis Syura, atau Nama Sejenis Lainnya dari Negara-Negara Anggota Organisasi Kerja Sama Islam yang akan diselenggarakan mulai besok, 25 Oktober sampai dengan 26 Oktober 2022. Selamat datang di Bandung, kota bersejarah tempat diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955,” kata Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo.
Kepada para delegasi dalam Welcoming Dinner, Bamsoet mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan Forum ini mengemuka dalam pertemuan dengan Raja Salman bin Abdul Azis, Ketua Majelis Syura Saudi Arabia Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Al Syaikh, dan Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia Dr. Syaikh Muhammad Abdul Karim Al-Isa di Riyadh; serta dalam pertemuan dengan Ketua Majelis Tinggi Kerajaan Maroko Hakim Benchamach di Rabat, pada bulan Desember 2019.
“Gagasan tersebut mendapat dukungan yang sangat baik, namun upaya untuk merealisasikannya terkendala oleh pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia. Alhamdulillah, berkat kerja keras seluruh warga dunia, serta utamanya adalah karena pertolongan Allah Subhanahu Wata‘ala, akhirnya pandemi dapat diatasi secara baik. Oleh karenanya, kami berpandangan, bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memulai langkah merealisasikan gagasan tersebut,” katanya.
Bamsoet menambahkan kota Bandung menjadi pilihan penyelenggaraan konferensi tentu bukan tanpa maksud. Sejak Konferensi Asia-Afrika 1955, tidak ada lagi ouput politik berskala global dihasilkan dari Bandung. Selama ini hampir seluruh Konferensi Internasional diselenggarakan di Bali.
“Saya sangat berharap dari Bandung sekarang ini kembali dihasilkan sebuah deklarasi untuk mengembangkan kembali demokrasi global melalui penguatan peran lembaga-lembaga Majelis Permusyaratan Rakyat, Majelis Syura, atau Nama Sejenis Lainnya,” katanya.
“Besok pagi kita akan mulai konferensi. Mudah-mudahan penyelenggaraan konferensi ini dapat menjadi tonggak sejarah yang memiliki arti penting dalam penciptaan tatanan kehidupan global yang lebih demokratis, harmonis, dan berkeadaban,” pungkasnya.
Jum'at, 10/04/2026