Grand Indonesia Klaim Olah Jelantah Menjadi Biodiesel

yahya | Kamis, 29/09/2022 01:09 WIB


Hasil penelitian Agonne National Laboratory di Illinois, Amerika Serikat, biodiesel menghasilkan 78 persen lebih sedikit emisi gas rumah kaca dibandingkan bahan bakar minyak jenis solar. Minyak jelantah. Foto: madaniberkelanjutan

JAKARTA - Mal Grand Indonesia mengAKUmengolah limbah minyak jelantah hasil dari bekas penggorengan berbagai tenant menjadi produk biodiesel.

Manajer Komunikasi Korporat Grand Indonesia Dinia Widodo mengatakan inovasi itu merupakan usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui upaya mengurangi pencemaran limbah jelantah.

"Tahun 2021, kami mengumpulkan 9.242 liter jelantah yang kemudian diubah menjadi 4.621 liter biodiesel," ujarnya dalam dialog konservasi misi lestari laut di West Mall Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (28/9/2022).

Dinia menjelaskan pihaknya mengumpulkan limbah jelantah dari tenant-tenant restoran di mal Grand Indonesia. Jumlah yang terkumpul tahun lalu berasal dari 30 persen tenant.

Baca juga :
Lima Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Menurutnya, limbah jelantah yang sudah terkumpul itu dikirim ke Belanda untuk diolah menjadi biodiesel. Program pengolahan jelantah menjadi produk biodiesel sudah berlangsung cukup lama sejak tahun 2019, tapi karena pandemi tidak banyak tenant yang ikut, bahkan ada tenant yang sempat berhenti mengumpulkan jelantah.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

"Ini kalau enggak salah baru 30 persen dari tenant kami yang joint. Bisa dibayangkan kalau semuanya bisa ikut jumlahnya akan lebih banyak," terang Dinia.

Seperti dilansir Antaranews, hasil penelitian Agonne National Laboratory di Illinois, Amerika Serikat, biodiesel menghasilkan 78 persen lebih sedikit emisi gas rumah kaca dibandingkan bahan bakar minyak jenis solar.

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Bahan bakar alternatif itu hanya menghasilkan 2.661 gram karbondioksida per galon ukuran 3,78 liter, sedangkan solar menghasilkan 12.360 gram karbondioksida per galon.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat Indonesia termasuk salah satu negara pengguna minyak sawit terbanyak di dunia yakni 16,2 juta kiloliter per tahun, sehingga mampu menghasilkan potensi minyak jelantah 3 juta kiloliter untuk memenuhi 32 persen kebutuhan biodiesel nasional.

Pemanfaatan jelantah menjadi biodiesel dipandang sebagai cara yang tepat untuk memperkuat ketahanan energi nasional, menyelamatkan lingkungan dari bahaya limbah, serta memangkas kuota impor bahan bakar fosil.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
minyak jelantah biodiesel