Konsisten Terapkan SMAP, Polbangtan YoMa Lakukan Audit Surveillance ISO 37001:2016

Agus Mughni Muttaqin | Minggu, 25/09/2022 13:08 WIB


Melalui kegiatan Audit ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan budaya anti penyuapan, serta pemantauan implementasi SMAP di Polbangtan YoMa secara berkelanjutan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. (Foto: Kementan)

JAKARTA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YoMa) kembali melakukan Audit Surveillance Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016.

Pelaksanaan audit surveillace, yang dilakukan PT Garuda Sertifikasi Indonesia ini bertujuan untuk memastikan konsistensi dan keseriusan Polbangtan YOMA dalam menerapkan SMAP, sehingga sertifikat yang diraih sebelumnya dapat dipertahankan tahun ini.

"Melalui kegiatan Audit ini, diharapkan dapat mendorong peningkatan budaya anti penyuapan, serta pemantauan implementasi SMAP di Polbangtan YoMa secara berkelanjutan," tutur Direktur Polbangtan YoMa, Bambang Sudarmanto di Jakarta, Minggu (25/9).

Bambang menambahkan bahwa pada penerapannya, SMAP sudah berjalan cukup efektif melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi, pelaporan gratifikasi, pelaksanaan audit internal, serta penandatanganan Pakta Integritas sebagai bentuk komitmen Pekerja terhadap anti penyuapan.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

"Namun, jika ada hal-hal yang perlu ditingkatkan dari hasil audit surveillance ini, maka pihaknya akan berkomitmen penuh menindaklanjutinya," kata Bambang.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi meminta agar seluruh unit kerja di bawah koordinasinya dapat menjalankan pemerintahan yang bersih dan transparan salah satunya dengan menerapkan audit ISO 37001:2016.

"Penerapan ISO 37001 tentunya bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas layanan institusi sebagai organisasi yang taat pada peraturan anti penyuapan dan peraturan pemerintah sehingga kinerja kita betul-betul bersih," kata Dedi.

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?

Sementara, Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, menegaskan bahwa perilaku suap dan korupsi merupakan musuh bersama, sehingga perlu menjaga dan mempertahankan norma-norma baik yang telah dianut selama ini.

"Jika terdapat kekeliruan ataupun kesalahan jangan diulang," kata SYL, sapaan Mentan Syahrul.

Audit ini melibatkan beberapa fungsi yang erat kaitannya dengan Implementasi SMAP, seperti Top Manajemen, tim Fungsi Kepatuhan, Tim Satuan Pengendali Internal (SPI), Unit Penjaminan Mutu, Bagian Adimistrasi Akademik Kemahasiswaan dan Alumni, Bagian Umum, Unit Penelitian dan Pengebdian Masyarakat, Unit Penunjang Akademik, dan Jurusan serta Prodi.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kementan Dedi Nursyamsi SMAP Polbangtan YoMa Audit