China "Lockdown", Harga Ekspor Karet Melemah

Akhyar Zein | Jum'at, 06/05/2022 07:50 WIB


Produktivitas karet Thailand yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia misalnya, memang memungkinkan negara itu menjual harga lebih rendah. Getah karfet (foto: wikipedia.org)

JAKARTA - Imbas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melakukan kebijakan "lockdown" untuk mengendalikan Covid-19 dan termasuk langkah Thailand yang menjual komoditas itu lebih murah, harga karet jenis TSR20 di bursa berjangka Singapura mengalami tren penurunan akibat pembeli utama komoditas itu.

"Dari 5 April harga masih bisa sebesar 1,773 dolar AS për kg, pada 5 Mei tinggal 1,644 dolar AS per kg," ujar Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut, Edy Irwansyah di Medan, Kamis.

Tindakan RRT yang "lockdown" berpengaruh besar pada harga karet di pasar global karena negara itu merupakan pembeli utama karet dunia.

Tidak adanya permintaan dari RRT, langsung mempengaruhi harga jual karet di pasar global.

Baca juga :
Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering Dibanding 3 Dekade Terakhir

Penyebab lain turunnya harga karet, ujar Edy Irwansyah adalah langkah Thailand yang menjual harga jual komoditas itu lebih murah dibandingkan produk negara produsen karet alam lainnya seperti Indonesia sehingga pembeli memilih membeli dari negara tersebut.

Baca juga :
Anggota Baleg DPR Soroti Potensi Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara

Produktivitas karet Thailand yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia misalnya, memang memungkinkan negara itu menjual harga lebih rendah.

"Akibatnya harga ekspor karet terus berfluktuasi dengan tren menurun,"ujarnya.

Baca juga :
Habiburokhman Apresiasi BEM-IKM FH UI Respons Cepat Kasus Pelecehan

Kalau harga di April bisa rata-rata 1,705 dolar AS/kg, maka di Mei sekitar 1,600 an dolar AS/kg.

"Harapannya volume ekspor bisa meningkat sehingga nilai ekspor masih tertolong," ujarnya.

Volume ekspor karet Sumut pada triwulan I 2022 tercatat masih turun sebesar 4,97 persen dibanding periode sama 2021 atau menjadi 95.188 ton.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Karet RRT tren penurunan ekspor