G7 Tolak Permintaan Putin untuk Bayar Gas Rusia Menggunakan Rubel

| Selasa, 29/03/2022 09:10 WIB


Menteri ekonomi Jerman, Robert Habeck. Foto: Reuters

JAKARTA - Para menteri energi dari negara-negara industri Kelompok Tujuh menolak tuntutan Presiden Vladimir Putin bahwa negara-negara "tidak bersahabat" membayar gas Rusia dengan rubel, kata Robert Habeck dari Jerman setelah pembicaraan dengan rekan-rekannya pada Senin.

"Semua menteri G7 telah sepakat bahwa ini adalah pelanggaran sepihak dan jelas dari kontrak yang ada," Habeck, yang adalah menteri ekonomi dan perlindungan iklim Jerman, mengatakan kepada wartawan setelah konferensi virtual dengan menteri energi G7.

Para menteri "sekali lagi menggarisbawahi bahwa kontrak yang dibuat adalah sah dan perusahaan harus dan harus menghormatinya. Pembayaran dalam rubel tidak dapat diterima, dan kami meminta perusahaan terkait untuk tidak memenuhi permintaan Putin," katanya.

"Upaya Putin untuk memecah belah kita sudah jelas, tetapi - seperti yang Anda lihat dari persatuan dan tekad yang besar ini - kita tidak akan terpecah."

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026
Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Sanksi Rusia G7 Tolak Rubel Putin