Walaupun Ketat, Akhirnya Otomotif Indonesia Tembus Pasar Australia

Eko Budhiarto | Selasa, 15/02/2022 11:20 WIB


Dengan tembusnya otomotif RI ke negeri Kanguru, maka produk kendaraan Indonesia telah diekspor ke empat benua di dunia, yakni Amerika, Afrika, Asia, dan Australia. Ilustrasi

JAKARTA - Industri otomotif Indonesia berhasil menembus pasar mobil Australia, yang selama ini terkenal ketat. Negeri Kanguru ini sangat ketat dalam hal spesifikasi produk, seperti soal aturan bahan bakar, emisi, dan keamanan.

"Alhamdulillah Presiden Joko Widodo berkenan hadir hari ini untuk melepas ekspor ke Australia dan disertai beberapa produk ke Jepang. Sama dengan Jepang, akhirnya kita bisa mengekspor produk kita ke Australia, yang terkenal memiliki spesifikasi ketat," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Pelepasan Ekspor Kendaraan Toyota ke Australia secara virtual, Selasa (15/2/2022).

Menperin menyampaikan, dengan tembusnya otomotif RI ke negeri Kanguru, maka produk kendaraan Indonesia telah diekspor ke empat benua di dunia, yakni Amerika, Afrika, Asia, dan Australia.

"Sehingga jelas mereka akan menjadikan Indonesia sebagai hub ekspor dari produk-produk Toyota," ujar Agus.

Baca juga :
Lima Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Agus menambahkan, Toyota menyampaikan komitmen untuk memproduksi kendaraan elektrifikasi, yang akan diawali dengan memproduksi kijang hybrid.

Baca juga :
Daftar Pemain Timnas U19 Indonesia untuk Piala AFF 2026

"Dan kami akan mendukung dan mendorong produksi kendaraan listrik tersebut," tukas Menperin.

Pada kesempatan itu, Agus juga melaporkan bahwa industri alat angkutan otomotif tumbuh dua digit pada 2021 yaitu 17,82 persen.

Baca juga :
Jelang Turnamen di Spanyol, Hector Souto Panggil 19 Pemain untuk TC Timnas

Saat ini, pemain industri otomotif nasional terdapat 21 perusahaan yang kapasitas produksinya 2,5 juta unit per tahun. Adapun penyerapan tenaga kerjanya mencapai 1,5 juta tenaga kerja sepanjang mata rantai industri.

Selain itu. utilisasi manufaktur pra pandemi yakni 65-70 persen. Kemudian, ketika pandemi melanda Indonesia, utilisasi merosot menjadi 25-30 persen.

"Sekarang sudah rebound ke 55-60 persen. Dengan rantai nilai yang terbentang luas," ujar Agus.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Australia Agus Gumiwang Kartasasmita