Trump: Yahudi Amerika Tak Peduli Dengan Israel

akhyar | Sabtu, 18/12/2021 19:15 WIB


Mantan Presiden AS Donald Trump (foto: insider.com)

JAKARTA - Orang Yahudi Amerika tidak peduli dengan Israel dan kesalahannya terletak pada kecenderungan mereka untuk memilih Partai Demokrat, kata mantan Presiden AS Donald Trump dalam wawancara yang baru-baru ini diterbitkan.

"Orang-orang Yahudi di Amerika Serikat tidak menyukai Israel atau tidak peduli dengan Israel," kata Trump dalam wawancara dengan Barak Ravid dalam video terbaru "Unholy: Two Jews on the news," yang pertama yang dirilis pada Jumat.

"Saya akan memberitahu Anda, orang-orang Kristen evangelis mencintai Israel lebih dari orang-orang Yahudi di negara ini,” ujar Trump.

Dia juga mengklaim Israel dulu memiliki "kekuasaan mutlak atas Kongres [AS]" tetapi Presiden Joe Biden, mantan Presiden Barak Obama dan kubu Demokrat serta orang-orang Yahudi yang memilih mereka "sangat tidak setia kepada Israel."

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Sementara itu, Demokrat telah mengikis dukungan untuk Israel demi Palestina, kata Trump.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

"Yang memberitahu Anda bahwa orang-orang Yahudi, dan saya sudah mengatakan ini sejak lama, orang-orang Yahudi di AS tidak suka atau tidak peduli dengan Israel," kata mantan presiden AS itu.

"Dan saya pikir Obama dan Biden melakukan itu, namun dalam pemilihan, mereka masih mendapatkan banyak suara dari orang-orang Yahudi," imbuh dia.

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?

Pada 2019, Trump juga mengeluh tentang orang-orang Yahudi Amerika yang mendukung Demokrat.

Dalam wawancara pertama, Trump mengatakan dia mendukung Israel sepenuhnya dan mantan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menunjukkan ketidaksetiaan dengan memberikan selamat kepada Biden atas kemenangan pemilihannya beberapa hari setelah pemilihan November 2020.

Hasil survei menunjukkan mayoritas orang Yahudi Amerika memilih Demokrat.

"Saya harus jujur, ini adalah hal yang sangat berbahaya yang terjadi," tambah Trump.(AA)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Yahudi Amerika Israel Demokrat Kristen evangelis