Presiden Afsel Protes Pelarangan Perjalanan Warganya

Budi Wiryawan | Senin, 29/11/2021 14:05 WIB


Varian ini bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi yang ditemukan di provinsi terpadat Afrika Selatan, Gauteng, selama dua minggu terakhir Penyebaran Covid-19 tercatat pertama kali di Wuhan, China pada akhir 2019 lalu. (foto : AFP/ jpnn.com)

Katakini.com - Presiden Afrika Selatan (Afsel), Cyril Ramaphosa, mengutuk larangan perjalanan yang diberlakukan sejumlah negara terhadap warganya atas varian, menyusul ditemukannya Covid-19 varian baru, Omicron.

Cyril Ramaphosa merasa "sangat kecewa" dengan kebijakan itu, yang menurut dia tidak dapat dibenarkan, dan menyerukan agar larangan itu segera dicabut.

Sebagaimana diketahui, Inggris, Uni Eropa, dan Amerika Serikat (AS) merupakan sederet negara yang memberlakukan larangan perjalanan.

Omicron digolongkan sebagai "varian yang diwaspadai". Bukti awal menunjukkan virus itu memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi.

Baca juga :
Pertamina Apresiasi Polres Indramayu Ungkap Penyalahgunaan LPG dan BBM

Varian ini bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi yang ditemukan di provinsi terpadat Afrika Selatan, Gauteng, selama dua minggu terakhir, dan sekarang hadir di semua provinsi lain di negara itu.

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

WHO sebelummya telah memperingatkan pemberlakuan pembatasan perjalanan yang terkesan tergesa-gesa. Dikatakan bahwa pembatasan harus menggunakan pendekatan berbasis risiko dan ilmiah. Namun, banyak larangan telah diperkenalkan dalam beberapa hari terakhir di tengah kekhawatiran atas varian tersebut.

Direktur WHO Afrika Matshidiso Moeti mengatakan, "Dengan varian Omicron yang sekarang terdeteksi di beberapa wilayah di dunia, memberlakukan larangan perjalanan yang menargetkan Afrika menyerang solidaritas global."

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

Dalam pidatonya pada Minggu (28/11), Ramaphosa menyebut tidak ada dasar ilmiah untuk larangan perjalanan, dan Afrika selatan adalah korban diskriminasi yang tidak adil.

Dia juga berpendapat bahwa larangan itu tidak akan efektif dalam mencegah penyebaran varian.

"Satu-satunya hal yang akan dilakukan larangan perjalanan adalah untuk lebih merusak ekonomi negara-negara yang terkena dampak dan melemahkan kemampuan mereka untuk menanggapi, dan pulih dari, pandemi," ujar dia.

Ramaphosa menggambarkan munculnya varian Omicron sebagai peringatan bagi dunia mengenai ketidaksetaraan vaksin, memperingatkan bahwa sampai semua orang divaksinasi, lebih banyak varian tidak dapat dihindari.

Omicron kini telah terdeteksi di sejumlah negara di dunia, termasuk Inggris, Jerman, Australia, dan Israel.

Terbaru, Indonesia juga menutup pintu internasional terhadap WNA yang berasal dan miliki riwayat kunjungan dari Afrika Selatan

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Covid 19 Afrika Selatan Virus Omicron