Setelah 2 Tahun ditiadakan Karena Pandemi, Festival Kopi Gangneung Kembali dibuka

| Senin, 29/11/2021 06:07 WIB


Memiliki slogan, “Nonetheless, coffee,” sekitar 80 stan bertema kopi didirikan di Daedohobu Gwana, sebuah tempat di mana pejabat pemerintah pusat dari ibu kota mengunjungi wilayah tersebut selama Kerajaan Goryeo dan era Joseon. Guests return reusable cups as part of the Gangneung Coffee Festival’s waste reduction campaign. (Foto: The Korea Herald)

JAKARTA - Festival Kopi Gangneung edisi ke-13 kembali diadakan setelah dua tahun terjeda karena pandemi, festival itu dibuka sejak hari Kamis 25/11 hingga Minggu 28/11.

Memiliki slogan, “Nonetheless, coffee,” sekitar 80 stan bertema kopi didirikan di Daedohobu Gwana, sebuah tempat di mana pejabat pemerintah pusat dari ibu kota mengunjungi wilayah tersebut selama Kerajaan Goryeo dan era Joseon.

“Dibandingkan dengan festival 2019, saya dapat melihat bagaimana publik menjadi lebih mengartikulasikan tentang preferensi rasa kopi mereka,” kata Lee Jun-hyeong yang merupakan ketua Masyarakat Penelitian Kopi Gangneung sekaligus pelatih barista,dilansir dari kepada The Korea.

Yang jin-ho, presiden komite eksekutif Festival Kopi Gangneung, berharap lebih banyak pengunjung asing datang dan menikmati festival, menunjukkan kepercayaan pada budaya kopi Korea yang unik.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

“Festival ini memiliki rata-rata 500.000 pengunjung setiap tahun sejak pertama kali dibuka pada tahun 2009. Orang Korea tidak hanya menikmati mencicipi kopi itu sendiri, tetapi juga suka menghabiskan waktu dengan secangkir kopi dalam suasana yang nyaman. Saya percaya Gangneung adalah kota yang memiliki nilai seperti itu, karena mempertahankan jalan-jalan tradisional dan rumah-rumah di setiap sudut, bersama dengan kafe-kafe," kata Yang Jin-ho.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

Sekitar 40.000 cangkir serbaguna di lokasi tersebut telah disiapkan untuk diberikan kepada pengunjung festival.

Kota ini mempromosikan suasana meriah Gangneung dengan menerangi rumah Ojukheon pada malam hari, sebuah situs bersejarah di mana Shin Saimdang (1504-1551), seorang seniman, penulis, kaligrafer dan penyair terkenal, dan putranya Yulgok Yi I, seorang neo terkemuka -Sarjana Konfusianisme, hidup.

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Festival Kopi Kembali dibuka