Perkuat Nilai Kebangsaan, Guspardi Gaus Ajak Masyarakat Tolak Politik Identitas

Tim Cek Fakta | Rabu, 27/10/2021 22:44 WIB


Pengalaman sejarah dua kali Indonesia melakukan Pilpres pada 2014 dan 2019 itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Anggota MPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus. Foto: kwp/katakini.com

Katakini.com - Anggota MPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus mengingatkan praktik politik identitas sangat berbahaya, karena bisa memicu keterbelahan di tengah masyarakat.

Guspardi menyampaikan hal itu dalam dialog Empat Pilar MPR RI di Media Center Parlemen Senayan Jakarta, Rabu, (27/10/2021).

Dialog dengan tema `Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024` itu dihadiri Pakar Politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. Sementara Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid dan Anggota MPR Fraksi PKS Mardani Ali Sera hadir secara virtual.

Guspardi mengaku saat ini, di tengah munculnya Politik Identitas mengarah pada kontra ideologi bangsa. Contohnya, kejadian di Pilkada DKI Jakarta sampai sekarang hampir belum bisa sembuh luka akibat politik identitas.

Baca juga :
Puan Pastikan DPR Kawal Pelaksanaan Haji 2026

Untuk itu, Guspardi meminta segenap masyarakat Indonesia mampu melakukan penyegaran kembali, untuk mengenali dan memahami landasan ideologi yang akhir-akhir ini terasa mulai luntur, dan bahkan cenderung kehilangan makna.

Baca juga :
Klinik SMM Jadikan Momen Hari Kartini Perkuat Peran Perempuan dalam Layanan Kesehatan

"Dengan tema `Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas` ini saya rasa sangat luar biasa merawat kebhinekaan, itu artinya ada upaya, ada keinginan, ada komitmen, bagaimana kita sebagai bangsa dan negara ini perlu lakukan langkah-langkah ikhtiar, ijtihad untuk merawat persatuan," tutur Guspardi.

Anggota Komisi II DPR RI ini bilang untuk merawat perkuat komitmen Kebangsaan dalam bingkai kebhinekaan tersebut, maka dibutuhkan komitmen seluruh elemen bangsa bersama-sama menolak praktik politik Identitas.

Baca juga :
Sambut Pengesahan UU PPRT, Rerie Singgung Nilai-nilai Perjuangan RA Kartini

Guspardi berujar pengalaman sejarah dua kali Indonesia melakukan Pilpres pada 2014 dan 2019 itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

"Jadi, kita perlu meminimalisir, menghilangkan dan tentu ada upaya-upaya semua pihak agar politik identitas itu secara bertahap harus dihentikan," pungkas Guspardi Gaus.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
politik identitas Guspardi Gaus PAN