Menteri Luar Negeri China akan Melakukan Pembicaraan dengan Taliban

| Senin, 25/10/2021 19:28 WIB


China akan memberikan kesempatan untuk memberikan pertukaran pandangan mendalam tentang situasi Afghanistan dan masalah yang menjadi perhatian bersama. Menteri Luar Negeri China (Wang Yi). (Foto: CNA)

katakini.com - Menteri Luar Negeri China Wang Yi akan bertemu dengan perwakilan Taliban selama perjalanan minggu ini ke negara Teluk Persia, Qatar. Hal itu dikatakan seorang pejabat setempat pada hari Senin 25/10.

Pembicaraan itu dijadwalkan pada hari Senin dan Selasa. Juru bicara Wang mengatakan bahwa pembicaraan tersebut merupakan komunikasi tingkat tinggi terbaru antara kedua pihak.

China akan memberikan kesempatan untuk memberikan pertukaran pandangan mendalam tentang situasi Afghanistan dan masalah yang menjadi perhatian bersama.

Beijing telah lama menentang operasi oleh pasukan Amerika Serikat dan Organisasi Pakta Atlantik Utara di Afghanistan yang berbatasan langsung dengannya.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Mereka tetap membuka kedutaannya di Kabul tetapi belum mengakui Taliban sebagai pemerintah Afghanistan.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

“Sejak Agustus tahun ini, situasi di Afghanistan telah mengalami perubahan mendasar dan rakyat Afghanistan memiliki kesempatan bersejarah untuk menentukan nasib negara secara mandiri. Sementara itu, bagaimanapun, mereka masih menghadapi banyak kesulitan dan tantangan dan sangat membutuhkan dukungan eksternal," kata Wang.

“Sebagai tetangga dan mitra tradisional Afghanistan yang bersahabat, China selalu menyerukan dialog dan kontak untuk memandu perkembangan situasi Afghanistan ke arah yang positif dan membantu rakyat Afghanistan untuk mengatasi kesulitan,” katanya.

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?

Mengutip dari CNA, Wang bertemu dengan delegasi yang dipimpin oleh seorang pemimpin tinggi Taliban, Abdul Ghani Baradar pada bulan Juli di kota Tianjin, China tak lama sebelum kelompok itu mengkudeta Presiden terpilih Afghanistan.

Para pejabat China telah menyerukan pemerintah yang inklusif di Afghanistan, tetapi mereka diam tentang kebijakan baru Taliban pada perempuan ke pekerjaan dan pendidikan, dan masalah hak asasi manusia lainnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Menteri Luar Negeri China dan Taliban