Bank Dunia Serukan Pengurangan Utang Bagi Negara-Negara Miskin

akhyar | Selasa, 12/10/2021 08:58 WIB


Presiden Bank Dunia David Malpass (foto: asiatoday.id)

Katakini.com,- Beban utang di negara-negara miskin naik 12 persen menjadi 860 milyar dolar pada 2020 di tengah pandemi. Tingkat rekor itu mendorong Presiden Bank Dunia David Malpass untuk menyerukan "rencana komprehensif" pada Senin (11/10) untuk menangani isu itu.

"Tingkat utang yang wajar pada tingkat tertentu penting bagi pemulihan ekonomi dan pengentasan kemiskinan," katanya.

Upaya untuk mengatasi Covid-19 dipersulit dengan naiknya tingkat utang, dan penanganan masalah itu akan memerlukan keringanan dari pemberi pinjaman, kata Malpass.

Situasinya mendesak sejak Inisiatif Penangguhan Layanan Utang (DSSI) yang diluncurkan oleh negara-negara G20 awal tahun lalu, akan habis masa berlakunya pada akhir tahun. Inisiatif itu memungkinkan negara-negara untuk menunda pembayaran utang di tengah pandemi.

Baca juga :
PBB Sebut Serangan Israel di Lebanon Hambat Penyaluran Bantuan

"Kita perlu pendekatan komprehensif untuk mengatasi masalah utang, termasuk pengurangan utang, restrukturisasi yang lebih cepat dan transparansi yang lebih baik," kata Malpass.

Baca juga :
Hari Kentang Sedunia 30 Mei: Ini Sejarah dan Tujuan Peringatannya

Data Bank Dunia yang dirilis Senin (11/10) memperlihatkan memburuknya indikator utang terjadi secara besar-besaran dan berdampak pada negara-negara di semua kawasan, di seluruh negara berpendapatan rendah dan menengah.(voaindonesia)

Baca juga :
AS Sita Aset Kripto Iran Senilai 1 Miliar Dolar AS
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
utang menunda pembayaran Bank Dunia komprehensif