Pelabuhan dan Bandara Dukung Sektor Perikanan di Biak dan Tual

Tim Cek Fakta | Rabu, 06/10/2021 18:15 WIB


Pada Agustus 2021 lalu, telah dilakukan ekspor perdana yang dikirimkan ke Singapura, melalui Bandara Frans Kaisepo dengan menggunakan pesawat kargo dari Sriwijaya Air. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat melihat hasil perikanan di Biak, Papua. Foto: bkipkemenhub/katakini.com

JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan keberadaan infrastruktur pelabuhan dan bandara menjadi pendukung sektor perikanan yang ada di Kabupaten Biak Numfor, Papua dan Kota Tual, Provinsi Maluku.

“Dalam mendukung kelancaran ekspor perikanan di Kabupaten Biak Numfor, keberadaan infrastruktur Bandara Frans Kaisiepo saat ini sudah cukup memadai, yang memungkinkan komoditas perikanan langsung diterbangkan dari Biak ke negara tujuan ekspor lainnya di Asia,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melalui keterangan tertulis yang diterima katakini.com di Jakarta, Rabu (6/10/2021).

Budi Karya mengatakan, Bandara Frans Kaisepo memiliki luas gudang terminal kargo sebesar 324 meter persegi, yang cukup untuk mendukung proses dari ekspor komoditas laut tersebut. Perharinya dapat melayani sekitar 12 sampai dengan 20 ton per hari.

Ia mengapresiasi Pemda Biak Numfor yang meski di tengah pandemi, tetap mampu melaksanakan kegiatan ekspor komoditas produk perikanan.

Baca juga :
RI Berbelasungkawa atas Gugurnya Tentara Prancis di Lebanon: Hormati Gencatan Senjata

Pada Agustus 2021 lalu, telah dilakukan ekspor perdana yang dikirimkan ke Singapura, melalui Bandara Frans Kaisepo dengan menggunakan pesawat kargo dari Sriwijaya Air.

Baca juga :
Kalah dari Madura United, Pelatih Persebaya Soroti Finishing Pemainnya

Adapun komoditi perikanan yang dikirim yaitu berupa: tuna loin seberat 150 kilogram, kepiting 350 kilogram, dan lobster 30 kilogram.

Melalui ekspor perdana dari Biak Numfor ke Singapura ini diharapkan adanya peningkatan bukan hanya devisa negara tetapi juga pendapatan daerah dan kesejahteraan nelayan.

Baca juga :
Berbagai Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Catat
“Meski di tengah pandemi kita harus memanfaatkan peluang yang ada. Ini merupakan  komitmen besar untuk maju dan bekerja sama mewujudkan Indonesia yang tangguh,” ujarnya.

Kemenhub tengah mengembangkan Bandara Frans Kaisepo untuk menambah jumlah fasilitas kargo yakni dua unit gudang pendingin dengan kapasitas 5 Ton per hari dan gudang transhipment dengan luas 60 meter persegi berkapasitas 6,5 ton.

Selain Bandara, Kemenhub juga tengah melakukan pengembangan Pelabuhan Biak untuk mendukung kegiatan ekspor perikanan, yaitu berupa renovasi terminal penumpang, pengaspalan jalan utama, dan renovasi gudang seluas 3.800 meter persegi yang ditargetkan selesai pada Oktober atau November 2021.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
pelabuhan bandara Biak Tual sektor perikanan