Premier League

UEFA Pertegas Disiplin atas Tindakan Rasialisme Terhadap Kamara

| Rabu, 06/10/2021 06:05 WIB


Ejekan itu mencapai puncaknya di babak kedua ketika Kamara diusir keluar lapangan. Glen Kamara dari Rangers berjalan keluar lapangan setelah dia dikartu merah oleh wasit. (Foto: CNA)

INGGRIS - UEFA telah melakukanproses disipliner atas tindakan disriminatif terhadap gelandang Rangers Glen Kamara saat kekalahan 1-0 Rangers di Liga Europa di Sparta Prague pekan lalu.

Gelandang Rangers Glen Kamara dicemooh sepanjang pertandingan Kamis di Stadion Letna, yang awalnya diperintahkan UEFA ditutup untuk pertandingan setelah pendukung Sparta melakukan pelecehan rasial terhadap pemain Monaco Aurelien Tchouameni dalam kualifikasi Liga Champions.

Ejekan itu mencapai puncaknya di babak kedua ketika Kamara diusir keluar lapangan.

Sparta Prague mengatakan pada hari Jumat bahwa tuduhan itu tidak berdasar, sementara Menteri Luar Negeri Ceko Jakub Kulhanek telah memanggil duta besar Inggris untuk membahas masalah tersebut.

Baca juga :
FGD BP MPR Soroti Penguatan Kedaulatan Rakyat dalam Demokrasi Pancasila

Manajer Rangers Steven Gerrard menyerukan sanksi yang lebih keras terhadap klub, sementara pengacara Kamara Aamer Anwar mengatakan pemerintah Kulhanek harus menggunakan kesempatan itu untuk mengatasi rasisme yang mengakar yang ada di negara mereka.

Baca juga :
Waka MPR: Disrupsi Energi Global Belum Usai, Fokus Perkuat Ketahanan Energi

Dilansir dari Media Online Singapura CNA, Sebelumnya pada bulan Maret Kamara juga mendapatkan pelecehan secara rasial oleh pemain Slavia Praha Ondrej Kudela selama pertandingan Liga Europa Rangers dan UEFA melarang bek Ceko itu untuk 10 pertandingan.

Baca juga :
Kapan Sebaiknya Mengulang Sholat Istikharah?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Premier League Rangers Kamara UEFA Rasisme