AS Tuduh China Intimidasi Wartawan Asing Liput Banjir Provinsi Henan, China

akhyar | Jum'at, 30/07/2021 11:03 WIB


Kementerian luar negeri China belum menanggapi permintaan untuk memberi komentar. Banjir di Cina (foto: The Guardian)

Washington, Katakini.com - Amerika Serikat (AS) disebut "sangat prihatin dengan meningkatnya pengawasan, pelecehan, dan intimidasi terhadap wartawan AS dan wartawan asing lainnya" yang meliput bencana banjir di provinsi Henan, China, baru-baru ini.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Ned Price pada Kamis waktu setempat.

Retorika China yang kasar terhadap berita yang dianggap kritis "telah memprovokasi sentimen negatif publik ke arah konfrontasi dan pelecehan secara pribadi" para jurnalis, kata Price dalam sebuah pernyataan.

Kementerian luar negeri China belum menanggapi permintaan untuk memberi komentar.

Perkumpulan Koresponden Asing di China mengatakan pada Selasa bahwa wartawan dari sejumlah media asing yang meliput banjir di China telah dilecehkan di media daring dan oleh penduduk setempat.

Baca juga :
Saat Kehilangan Pekerjaan, Ujian Atau Jalan Baru?

Staf dari BBC dan Los Angeles Times menerima ancaman pembunuhan, kata perkumpulan itu.

Baca juga :
Legislagor Ingatkan RUU Perampasan Aset Harus Percepat Pemulihan Keuangan Negara

"Kami menyerukan RRC untuk bertindak sebagai sebuah negara yang bertanggung jawab untuk menerima kehadiran media asing dan dunia menjelang Olimpiade Musim Dingin dan Paralimpiade Beijing 2022," kata Price.(Antara)

Baca juga :
Jangan Mengejar Bonus Dengan Cara Mengorbankan Nilai Kejujuran
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
wartawan AS banjir dilecehkan