Mengaku Nabi ke-28, Kemenag Amankan Pria di Bandung

Asrul | Sabtu, 26/06/2021 09:17 WIB


Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa`adi mengungkapkan Kementerian Agama (Kemenag), MUI, tokoh masyarakat, dan sejumlah aparat telah mengamankan seorang pria yang mengaku nabi ke-28 di Bandung, Jawa Barat. Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Saadi (Foto: Instagram)

Jakarta, katakini.com - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa`adi mengungkapkan Kementerian Agama (Kemenag), MUI, tokoh masyarakat, dan sejumlah aparat telah mengamankan seorang pria yang mengaku nabi ke-28 di Bandung, Jawa Barat.

Salah satu pimpinan pusdiklat dai itu sempat didatangi warga di Kelurahan Cijawura, Kecamatan Buahbatu, pada Rabu (23/6) lalu.

"Untuk menghindari terjadinya konflik, delapan pengurus yayasan telah diamankan pihak berwenang. KUA Kementerian Agama, bersama pihak kecamatan dan Polsek setempat juga telah melakukan mediasi antara warga dan jamaah yayasan untuk mengambil langkah terbaik bagi penyelesaian masalah ini. Masyarakat diharap tenang dan menyerahkan masalahnya kepada aparat dan pihak yang berwenang," ujar Wamenag di Jakarta, Sabtu (26/6/2021).

"Sementara pengurus yayasan diperiksa aparat, Kemenag, MUI, dan tokoh masyarakat akan memberikan pembinaan kepada jemaah yayasan tersebut. Warga diharapkan tidak melakukan hal-hal yang bersifat main hakim sendiri," sambungnya.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Wamenag mengaku prihatin dengan munculnya pemahaman yang menyimpang dari pokok ajaran Islam, salah satunya terkait konsep kenabian. Islam meyakini Muhammad Saw adalah penutup para nabi dan rasul.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Wamenag mengajak umat belajar agama dari para tokoh, guru, ustaz, ulama yang tepat. Sehingga, mereka bisa mendapatkan pemahaman ajaran Islam yang benar, sesuai Al-Quran dan Sunnah Rasulullah.

"Penyuluh agama KUA kecamatan setempat sudah kami minta melakukan mitigasi dan berkoordinasi dengan MUI dan tokoh agama untuk bersama-sama melakikan pembinaan kepada eks jamaah yayasan tersebut agar mereka memperoleh pencerahan dan terhindar dari penyimpangan ajaran Islam," jelasnya.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

"Mari pelajari Islam secara baik dan benar, dari para guru, ustaz, kyai, ajeuangan, ulama yang memiliki sanad keilmuan jelas, tersambung hingga Rasulullah Saw," tandasnya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Wamenag Zainut Tauhid Saadi Nabi Palsu Bandung