Presiden Palestina Batalkan Perayaan Idulfitri

akhyar | Selasa, 11/05/2021 11:21 WIB


 Sedikitnya 20 warga Palestina, termasuk sembilan anak-anak, tewas dalam serangan pasukan Israel di Jalur Gaza Presiden Palestina Mahmoud Abbas (foto: AFP)

Katakini.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin membatalkan perayaan Idulfitri, hari raya keagamaan yang menandai akhir Ramadan, bulan puasa umat Islam, di tengah masa berduka atas tewasnya puluhan warga Palestina di hari yang sama.

Menurut kantor berita resmi Palestina WAFA, Abbas membatasi ritual keagamaan dan menginstruksikan pengibaran bendera setengah tiang untuk mengenang para korban serangan itu.

Lebih dari 20 warga Palestina, termasuk sembilan anak, tewas pada Senin dalam serangan Israel di Jalur Gaza.

Menurut Bulan Sabit Merah Palestina, sedikitnya 305 orang luka-luka ketika pasukan Israel menembakkan peluru karet, gas air mata, dan granat kejut ke arah warga Palestina yang sedang berjaga untuk mencegah kemungkinan penggerebekan oleh ekstremis Yahudi.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Ketegangan memuncak di Sheikh Jarrah sejak pekan lalu ketika pemukim Israel menerobos masuk area permukiman itu setelah pengadilan Israel memerintahkan penggusuran keluarga Palestina.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

Warga Palestina yang menggelar unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas dengan warga Sheikh Jarrah pun menjadi sasaran pasukan Israel.

Israel menduduki Yerusalem Timur selama perang Arab-Israel tahun 1967 dan mencaplok seluruh kota pada 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.(AA)

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Idulfitri membatalkan tewas