PJJ Masih Jadi Solusi di Tengah Pandemi

Asrul | Minggu, 02/05/2021 22:15 WIB


Pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulation and Development Analysis (CERDAS), Indra Charismiadji menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih menjadi solusi di tengah pandemi Covid-19. Praktisi pendidikan Indra Charismiadji (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, katakini.com - Pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulation and Development Analysis (CERDAS), Indra Charismiadji menilai pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih menjadi solusi di tengah pandemi Covid-19.

Apalagi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melalui surat resminya belum merekomendasikan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, dengan alasan adanya kemungkinan lonjakan kasus Covid-19.

"Saya adalah salah satu orang yang percaya bila belajar secara daring akan menghasilkan learning gain, atau berdampak positif bagi perkembangan anak. Tentunya harus dengan cara yang berbeda implementasinya dengan cara tradisional," kata Indra dalam keterangannya kepada Jurnas.com pada Minggu (2/5).

Menurut dia, dampak positif PJJ tidak akan muncul dengan cara guru berceramah di ruang Zoom selama berjam-jam, dan mengirimkan tugas dalam jumlah banyak kepada peserta didik.

Baca juga :
Menko PM Ajak Puluhan Media Homeless Perkuat Kolaborasi untuk Pemberdayaan

"Analoginya, jika kita menanak nasi menggunakan rice cooker, tidak mungkin rice cooker kita letakkan di atas kompor seperti kalau kita menggunakan dandang. Nasi yang dihasilkan, rasa dan teksturnya berbeda, tapi keduanya tetap kita sebut nasi. Kalau ditanya mana yang lebih enak, jawabannya akan tergantung siapa yang ditanya alias selera," terang dia.

Baca juga :
Wanti-wanti Legislator PDIP soal Pelaksanaan Haji di Tengah Konflik Timteng

Sejak PJJ dimulai pada Maret 2020, Indra menyebut hingga hari ini tidak ada upaya signifikan untuk membenahi kualitas PJJ. Belum adanya rencana pelatihan guru secara masif, pendampingan orang tua, dan stimulasi belajar untuk peserta didik turut menjadi catatan selama PJJ.

Indra menambahkan, ancaman lost generation kini membayangi dunia pendidikan Indonesia. Jika tidak ada pembenahan secara menyeluruh, maka dampaknya akan terlihat pada 2034 mendatang.

Baca juga :
MPR Gandeng UII Dorong Penguatan Kajian Konstitusi dan Sosialisasi Empat Pilar

"Semua akan tampak di 2034 ke atas, saat peserta didik sudah memasuki usia produktif. Mimpi bonus demografi akan tergantikan dengan bencana demigrafi jika tidak ada pembenahan yang cepat dan nyata," tutup dia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pembelajaran Jarak Jauh PJJ PTM Indra Charismiadji