PBB Prihatin Bentrokan Pemerintah dan Pasukan di Somalia

Asrul | Selasa, 27/04/2021 10:18 WIB


Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan keprihatinan atas bentrokan antara pemerintah dan pasukan oposisi di Somalia, serta mendesak pihak yang bertempur untuk menahan diri. Puing-puing mobil terlihat di lokasi ledakan bom mobil besar yang menargetkan pos pemeriksaan keamanan dekat markas besar parlemen Somalia di ibu kota Mogadishu pada 13 Februari 2021 [Sadak Mohamed - Anadolu Agency]

Jakarta, katakini.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan keprihatinan atas bentrokan antara pemerintah dan pasukan oposisi di Somalia, serta mendesak pihak yang bertempur untuk menahan diri.

Dalam pernyataannya, Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Somalia (UNSOM), yang didirikan pada 2013 dan berlokasi di ibu kota, Mogadishu, mendesak semua pihak untuk menahan diri dan tenang sepenuhnya.

Pernyataan itu menambahkan bahwa konfrontasi tidak bisa menjadi solusi untuk krisis politik yang belum terselesaikan, meminta pihak yang bersengketa untuk segera kembali ke jalur negosiasi.

Dilansir Middleeast, Selasa (27/04), Mogadishu mengalami bentrokan kekerasan antara pemerintah dan pasukan oposisi, yang menyebabkan kematian empat orang dan melukai sepuluh lainnya.

Baca juga :
Baleg DPR Akan Panggil Sejumlah Pihak Bahas Putusan MK Soal Kerugian Negara

Mogadishu pagi ini, setelah penghentian bentrokan, saat kehidupan kembali normal, pergerakan dilanjutkan dan toko-toko dibuka.

Baca juga :
Mendes Yandri Dorong Kerjasama Pengentasan Daerah Tertinggal dengan China

Pada gilirannya, Perdana Menteri Somalia Mohamed Hussein Roble mengatakan bahwa dialog dan duduk di meja perundingan adalah cara terbaik untuk menyelesaikan perselisihan.

Negara ini telah menyaksikan ketegangan politik sejak kegagalan negosiasi antara pemerintah dan kepala negara bagian tentang penyelenggaraan pemilihan parlemen dan presiden. 

Baca juga :
Klok Sebut Persib Sempat Kewalahan saat Hadapi Bali United

Ini meningkat setelah parlemen memperpanjang masa jabatan Presiden Mohamed Abdullahi Farmaajo selama dua tahun tambahan, sebuah langkah yang ditolak oleh oposisi.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Lembaga PBB Bentrokan Somalia Kota Mgadishu