Usai Biden Dilantik, Rusia Berharap AS Penuhi Janji

| Minggu, 17/01/2021 11:05 WIB


Teluk Guantanamo, tempat 19 tahun lalu AS membuka pusat penahanan militer yang terkenal karena pelanggaran hak asasi manusia, pernah dijanjikan oleh Presiden terpilih AS Joe Biden untuk ditutup.  Presiden terpilih AS Joe Biden menerima dosis vaksin untuk melawan penyakit virus corona (COVID-19) di ChristianaCare Christiana Hospital, di Newark, Delaware, pada 21 Desember 2020. (Foto: Reuters / Leah Millis)

Jakarta, katakini.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan bahwa Moskow berharap AS akan menepati janjinya dan menutup Teluk Guantanamo.

Teluk Guantanamo, tempat 19 tahun lalu AS membuka pusat penahanan militer yang terkenal karena pelanggaran hak asasi manusia, pernah dijanjikan oleh Presiden terpilih AS Joe Biden untuk ditutup. 

Dilansir Middleeast, Minggu (17/01), Biden sekarang di bawah tekanan untuk mewujudkannya.

Zakharova berharap pemerintah AS yang baru akan memenuhi janji yang dibuat oleh Washington sebelumnya untuk segera menutup Teluk Guantanamo.

Baca juga :
Revisi UU Kehutanan Harus Berikan Manfaat bagi Masyarakat dan Lingkungan

"Serta mengizinkan tahanan untuk menerima pengadilan yang adil, independen dan tidak memihak," harapnya.

Baca juga :
Legislator Gerindra: Revisi UU Kehutanan Harus Lebih Berpihak pada Rakyat
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Joe Biden Teluk Guantanamo Pemerintah Rusia