FPI Minta Komnasham Bentuk Tim Pencari Fakta Penembakan Pengawal Habib Rizieq Shihab

akhyar | Selasa, 08/12/2020 06:59 WIB


Munarman menepis aksi penyerangan terhadap polisi oleh Laskar FPI yang mengawal rombongan Habib Rizieq Shihab Sekretaris Umum FPI Munarman

Katakini.com - Front Pembela Islam (FPI) meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia membentuk tim pencari fakta mengusut penembakan 6 anggotanya yang ditembak mati polisi pada Senin pagi.

Sekretaris Umum FPI Munarman menyebut penembakan tersebut merupakan aksi extra judicial killing (pembunuhan di luar putusan pengadilan) yang melanggar HAM.

“Kami meminta tim pencari fakta ini dipimpin oleh Komnas HAM,” ujar Munarman saat menggelar konferensi pers di Jakarta.

Munarman mengatakan langkah polisi tidak bisa dibenarkan.

Baca juga :
Prancis Serukan Koalisi Maritim Eropa-Indo Pasifik untuk Keamanan Laut

“Ini pelanggaran HAM berat, mereka  melakukan proses pembunuhan di luar hukum," ujar Munarman.

Baca juga :
Pezeskhian: Iran Siap Akhiri Perang Lewat Dialog

Munarman juga menepis adanya aksi penyerangan terhadap polisi oleh Laskar FPI pengawal rombongan pimpinan mereka,Habib Rizieq Shihab.

“Laskar FPI tidak memiliki senjata api. Itu fitnah besar dan upaya memutarbalikkan fakta,” ucap Munarman.

Baca juga :
Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang

Menurut Munarman, hingga pagi tadi, pihaknya masih mencari enam orang laskar FPI yang hilang pasca pengadangan di Tol Jakarta-Cikampek oleh sekelompok orang tak dikenal.

Hingga akhirnya, Kapolda Metro Jaya pada Senin pagi mengumumkan anggotanya telah melumpuhkan enam anggota Laskar FPI karena dinilai melakukan penyerangan terhadap polisi.

“Mereka anak-anak yang mengawal rombongan Habib Rizieq sebagai bentuk kecintaan mereka mengawal pimpinan. Mereka tidak memiliki senjata api atau senjata lainnya," ujar Munarman.

Saat itu, ucap Munarman, mereka sedang mengawal Habib Rizieq yang berangkat dari Sentul menuju tempat pengajian.

Sebelumnya, polisi menembak enam orang pengikut pimpinan Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menuturkan penembakan bermula saat anggotanya menyelidiki informasi pengerahan massa dalam rencana pemeriksaan Habib Muhammad Rizieq Shihab.

Petugas, kata dia, kemudian mengikuti kendaraan yang diduga digunakan oleh para pengikut Habib Rizieq Shihab.

Polisi mengaku mendapat tembakan sehingga melakukan langkah "tegas dan terukur" untuk melindungi diri.

Komisioner Komnasham Beka Ulung Hapsara mengatakan tim pemantauan dan penyelidikan sudah mulai bekerja mengumpulkan informasi dan akan meminta keterangan dari polisi dan FPI tentang kasus ini.

"Belum bisa komentar lebih banyak karena informasinya masih terlalu sumir," ujar dia.(Anadolu Agency)

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
FPI Munarman fitnah besar