Kementerian Prancis Temukan Hewan Cerpelai Terinfeksi Corona

| Senin, 23/11/2020 07:29 WIB


Kasus serupa juga dilaporkan di tempat lain di Eropa, terutama di Swedia, Yunani dan Belanda. Hewan Cerpelai

Katakini.com - Virus Corona tidak hanya menyerang manusia. Kementerian Prancis melangsir, telah ditemukan infeksi virus Corona  pada binatang Cerpelai di peternakan yang berada di kawasan Eure-et-Loire, Prancis barat. Dari temuan itu, sebanyak  1.000 cerpelai di lokasi itu bakal dimusnahkan.

Cerpelai adalah Mamalia yang membentuk Genus Mustela dari Familia Mustelidae. Genus ini beranggotakan cerpelai, singgung dan ermine. Hewan ini berukuran kecil, merupakan predator aktif, bertubuh panjang dan ramping dengan kaki-kaki pendek.

Baru-baru ini, virus corona menginfeksi Cerperai juga ditemukan di Denmark. Hewan berukuran kecil yang merupakan predator bertubuh panjang dan ramping itu, sebanyak 17 juta dimusnahkan.

Kasus serupa juga dilaporkan di tempat lain di Eropa, terutama di Swedia, Yunani dan Belanda.

Baca juga :
Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang

Di Denmark, virus telah bermutasi menjadi jenis yang berbeda, yang dikhawatirkan para pakar dapat membuat vaksin kurang efektif jika virus tersebut ditularkan kembali ke manusia. Sekitar 17 juta cerpelai rencananya akan dimusnahkan.

Baca juga :
Iran Beri Hak Istimewa untuk Rusia dan China di Selat Hormuz

Prancis mulai menguji empat peternakan cerpelai miliknya pada pertengahan November."Pada tahap ini, pengujian menunjukkan bahwa virus beredar di peternakan Eure-et-Loire," ujar pihak Kementerian.

"Peternakan kedua aman. Pengujian masih berlangsung di dua peternakan terakhir, yang hasilnya diperkirakan selama sepekan."

Baca juga :
PBB Sebut Serangan Israel di Lebanon Hambat Penyaluran Bantuan
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Hewan Cerpelai Covid 19 Pemerintah Prancis