Profesor UEA Tuding Ikhwanul Muslimin Rencanakan Boikot Produk Prancis

Syafira | Kamis, 29/10/2020 13:15 WIB


Profesor ilmu politik Emirat Abdulkhaleq Abdulla menuduh Ikhwanul Muslimin di Kuwait merencanakan kampanye boikot produk Prancis Produk Prancis ditarik dari rak di pasar, memboikot Prancis sebagai reaksi terhadap publikasi ulang karikatur ofensif Nabi Muhammad di Prancis di Kuwait City, Kuwait pada 24 Oktober 2020. [Jaber Abdulkhaleg - Anadolu Agency]

Jakarta, katakini.com - Profesor ilmu politik Emirat Abdulkhaleq Abdulla menuduh Ikhwanul Muslimin di Kuwait merencanakan kampanye boikot produk Prancis, yang telah meningkat minggu ini sebagai tanggapan atas hasutan terhadap Islam dan pernyataan yang menghina Nabi Muhammad.

“Asosiasi Ikhwanul Muslimin di Kuwait telah menjadi seperti gurita yang mengendalikan opini populer,” klaim Abdulla di Twitter, dilansir Middleeast, Kamis (29/10).

Ia menambahkan bahwa kelompok tersebut telah mempengaruhi Persatuan Masyarakat Koperasi Konsumen di Kuwait untuk memboikot produk Prancis.

Abdulla juga menyalahkan kelompok itu karena membesar-besarkan peran Presiden Turki Erdogan dalam membela Islam, sambil menuduh negara-negara di kawasan itu lalai.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000
Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban
Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Produk Prancis Profesor UEA Ikhwanul Muslimin