Penyebab Ini Pompeo Ancam China dan Rusia

| Kamis, 20/08/2020 11:33 WIB


Mike Pompeo memperingatkan Rusia dan China agar tidak mengabaikan penerapan kembali semua sanksi PBB terhadap Iran Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo

Katakini.com - Rusia dan China diperingatkan untuk tidak mengabaikan penerapan kembali semua sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Iran. Peringatan ini dilontarkan oleh Mike Pompeo, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS).

Pada Dewan Keamanan pada Jumat (14/8), setelah gagal memperpanjang embargo senjata Iran yang akan berakhir pada bulan Oktober, AS mengancam akan pemanfaatan mekanisme snapback dalam kesepakatan nuklir.

AS akan menghukum Rusia dan juga China jika menolak untuk memberlakukan kembali semua sanksi PBB di Iran, demikian perkataan mantan perwira Angkatan Darat AS dan Direktur Central Intelligence Agency.

"Kami telah melakukan itu, di mana kami sudah melihat negara mana pun melanggar sanksi AS saat ini. Kami meminta setiap negara bertanggung jawab untuk itu. Kami juga akan melakukan hal yang sama sehubungan dengan sanksi Dewan Keamanan PBB yang lebih luas," kata Pompeo kepada Fox News pada Rabu (19/8).

Baca juga :
Allano Jadi MVP Lawan Persebaya, Sebut Ini Hasil Kerja Keras Seluruh Tim

Kesepakatan nuklir antara Iran, Rusia, China, Jerman, Inggris, Prancis dan AS bertujuan untuk mencegah Teheran mengembangkan senjata nuklir dengan imbalan keringanan sanksi. Kesepakatan itu diabadikan dalam resolusi Dewan Keamanan 2015.

Baca juga :
Baleg DPR Soroti Putusan MK, Hanya BPK yang Berwenang Hitung Kerugian Negara

Menanggapi kampanye "tekanan maksimum dari sanksi sepihak AS , sebuah tawaran untuk membuat Iran merundingkan kesepakatan baru, Teheran telah melanggar batas sentral pakta 2015, termasuk pada stok uranium yang diperkaya.

Para diplomat mengatakan, mekanisme snapback akan berantakan karena Rusia, China, dan negara-negara lain mempertanyakan legalitas langkah AS mengingat Washington sendiri tidak lagi mematuhi apa yang disebut Trump sebagai kesepakatan terburuk yang pernah ada.

Baca juga :
Apakah Diperbolehkan Mencuri karena Kelaparan dalam Islam?

Mengingat pertanyaan tentang langkah AS, para diplomat mengatakan Rusia, China dan negara-negara lain cenderung mengabaikannya dan tidak menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.

Pompeo mengatakan sangat disayangkan, anggota dewan Eropa abstain terhadap upaya AS untuk memperpanjang embargo senjata. Menurutnya, langkah tersebut membuat partai Eropa kurang aman.

"Mereka (Eropa, Red) hanya terikat pada kesepakatan nuklir gila ini, mereka mencoba untuk mempertahankannya," katanya.

Setelah Pompeo mengajukan keluhan tentang Iran ke Dewan Keamanan, badan tersebut memiliki waktu 30 hari untuk mengadopsi resolusi guna memperpanjang keringanan sanksi untuk Teheran atau tindakan tersebut akan secara otomatis dibatalkan. Setiap upaya memperpanjang keringanan sanksi akan diveto oleh AS.

Pompeo akan bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk PBB Dian Triansyah Djani untuk mengajukan keluhan tentang ketidakpatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir 2015, meskipun Washington keluar dari kesepakatan pada 2018.

Pompeo juga akan bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Kamis (30/8). (Reuters)

 

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Rusia China Amerika Serikat Mike Pompeo