Warga Badui Dalam Tolak Bantuan Sosial Covid-19

Tim Cek Fakta | Kamis, 02/07/2020 23:45 WIB


Penolakan itu disepakati lembaga adat karena bisa menimbulkan kecemburuan sosial. Suku Baduy, Lebak, Banten. Foto: seruji

Katakini.com  - Masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten menolak bantuan sosial (bansos), baik bantuan sosial tunai (BST) maupun bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terdampak virus corona atau Covid-19

"Kami menolak BST maupun BLT itu," kata Jaro Saija, Tetua Adat Badui yang juga Kepala Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak, Kamis (2/7/2020).

Penolakan masyarakat Badui tersebut, karena jumlah yang masuk program dana sosial itu 20 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Saat ini, kata dia, warga Badui berjumlah 14.600 jiwa dan 4.320 kepala keluarga (KK) tersebar di 68 Kampung Badui Luar dan Badui Dalam.

Baca juga :
Disney PHK 1.000 Karyawan, Ini Alasannya

Karena itu, masyarakat Badui lebih baik menolak dana sosial yang digulirkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Baca juga :
8 Dampak Ikan Sapu-Sapu terhadap Ekosistem Perairan

Apalagi, dana BLT itu disalurkan melalui Dana Desa (DD), sedangkan pemerintahan desa Badui tidak memiliki dana tersebut.

Penolakan itu, kata dia, juga disepakati lembaga adat karena bisa menimbulkan kecemburuan sosial.

Baca juga :
Hukum Langsung Salat Setelah Mandi Junub Tanpa Wudhu

"Kami tentu tidak menerima dana sosial itu, karena jumlah warga yang tidak menerima lebih banyak dibandingkan warga yang menerima dana sosial, sehingga tidak menyanggupi bentuk pertanggungjawabannya," ujarnya menjelaskan.

Menurut dia, selama ini, masyarakat Badui yang tinggal di Gunung Kendeng itu sangat kuat terhadap aturan adat karena titipan leluhur.

Dimana masyarakat Badui lebih mencintai kedamaian, kerukunan, keharmonisan dan saling tolong menolong.

Bahkan, masyarakat Badui yang menempati tanah hak ulayat adat itu hingga kini belum pernah terjadi kriminalitas, keributan, kerusuhan dan Badui terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Selain itu juga masyarakat Badui belum mengalami kelaparan pangan, karena bisa menyimpan gabah hasil panen padi huma.

"Kami lebih baik dana sosial akibat dampak Covid-19 itu diberikan ke orang lain saja," katanya seperti dilansir antaranews.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak Eka Darma Putra membenarkan warga Badui menolak dana sosial tersebut karena masih kuat memegang adat leluhur.

Penolakan bantuan sosial itu juga dilengkapi surat pernyataan dari Kepala Desa Kanekes juga tokoh adat, Badan Perwakilan Desa (BPD), RT dan RW.

"Kami menghargai keputusan adat mereka yang menolak menerima dana BLT dan BST," katanya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
suku baduy baduy dalam bansos covid 19