Dukung Unilever pada LGBT Berakibat Seruan Boikot dari MUI

Tim Cek Fakta | Senin, 29/06/2020 05:05 WIB


Kampanye pro-LGBT yang tengah gencar dilakukan Unilever dianggap MUI sudah keterlaluan dan sangat keliru. Ketua Komisi Pemberdayaan Umat MUI, Azrul Tanjung. Foto: lamanqu.co

Katakini.com - Dungan Unilever terhadap lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ+) menuai kecaman di dunia maya. Banyak seruan untuk memboikot produk Unilever. Termasuk seruan boikot dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Saya selaku ketua komisi ekonomi MUI mengajak masyarakat berhenti menggunakan produk Unilever dan memboikot Unilever,” kata Ketua Komisi Pemberdayaan Umat MUI, Azrul Tanjung, Minggu (28/6/2020).

Menurut Azrul, kampanye pro-LGBT yang tengah gencar dilakukan Unilever sudah keterlaluan dan sangat keliru.

Azrul juga menyayangkan keputusan Unilever untuk mendukung kaum LGBT.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

“Saya kira Unilever ini sudah keterlaluan. Kalau ini terus dilakukan, saya kira ormas-ormas Islam bersama MUI akan melakukan gerakan anti-Unilever atau menolak Unilever, dan kita menghimbau masyarakat untuk beralih pada produk lain,” katanya seperti dilansir repubika.co.id.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

“Kita akui Unilever ini memang perusahaan terbesar tapi bukan berarti kita tidak bisa beralih ke produk lain, dan sekarang kesempatan bagi produk lain untuk mengambil posisi,” sambungnya.

Sebelumnya, Unilever, perusahaan yang berbasis di Amsterdam, Belanda, pada 19 Juni lalu resmi menyatakan diri berkomitmen mendukung gerakan LGBTQ+. Hal tersebut disampaikan melalui akun Instagram.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Kami berkomitmen untuk membuat rekan LGBTQ+ bangga karena kami bersama mereka. Karena itu, kami mengambil aksi dengan menandatangani Declaration of Amsterdam untuk memastikan setiap orang memiliki akses secara inklusif ke tempat kerja," kata Unilever.

Unilever juga membuka kesempatan bisnis bagi LGBTQ+ sebagai bagian dari koalisi global.

Selain itu, Unilever meminta Stonewall, lembaga amal untuk LGBT, untuk mengaudit kebijakan dan tolok ukur bagaimana Unilever melanjutkan aksi ini.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
LBGT MUI Unilever boikot