Diprediksi Meningkat, Bogor Lebih Masif Tangkal Covid-19

Eko Budhiarto | Minggu, 21/06/2020 12:52 WIB


Dari hasil kajian tim ahli epidemiologi penyebaran virus COVID-19 akan meningkat lag di Kota Bogor pada Juli sampai Agustus 2020 Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto

Katakini.com - Kasus positif Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat, diprediksi meningkat pada Juli hingga Agustus 2020. Oleh karenanya, Pemkot Bogor akan lebih masif melakukan tindakan pencegahan penularan.

"Dari hasil kajian tim ahli epidemiologi penyebaran virus COVID-19 akan meningkat lag di Kota Bogor pada Juli sampai Agustus 2020," kata Wali Kota Bima Arya Sugiarto dalam keterangannya, Minggu (21/6/2020).

Menurut dia guna mengantisipasi peningkatan penyebaran COVID-19 pada Juli hingga Agustus 2020 hanya bisa dilakukan dengan mencegah transmisi lokal, yakni interaksi manusia dari luar kota Bogor ke Kota Bogor.

Karena itu, kata dia, Pemkot Bogor harus melakukan langkah-langkah antisipasi guna menekan kenaikan penyebaran COVID-19 dan mengendalikannya agar tetap landai.

Baca juga :
Berbagai Dampak Buruk Sering Begadang untuk Kesehatan Otak Anda

"Targetnya, buka bukan mengejar angka positif COVID-19 menjadi rendah, tapi berikhtiar agar lebih banyak warga Kota Bogor yang selamat," katanya.

Baca juga :
Polda Banten Tindak Penyelewengan LPG Subsidi, Pertamina Patra Niaga Apresiasi

Ia menjelaskan, Pemkot Bogor akan melakukan tiga langkah antisipasi, yakni penguatan mitigasi infeksi, melakukan tes usap (swab) lebih masif, serta terus melakukan kampanye penerapan protokol kesehatan di masyarakat.

Menurut dia, pada penguatan mitigasi infeksi, dilakukan dengan membangun sistem lacak dan pantau melalui surveilas. "Kami melakukan penguatan pasukan di lapangan yang disebut deteksi aktif (detektif) COVID-19. Pada tim detektif COVID-19 ada unit melacak dan unit pemantau," katanya.

Baca juga :
Profil dan Biografi Singkat 13 Tokoh Pendiri PMII

Tugas unit pelacak adalah melacak orang-orang yang teridentifikasi positif COVID-19. "Tim pelacak ini bekerja menentukan ODP (orang dalam pemantauan) semaksimal mungkin dan seakurat mungkin setelah diketahui adanya kasus positif," katanya.

Kemudian, tim pemantau, tugasnya adalah memastikan agar orang-orang yang ODP tetap dipantau dan tidak ke mana-mana selama 14 hari. "Unit pemantau ini anggotanya ada 822 orang di seluruh Kota Bogor, yakni merekrut tenaga sukarelawan untuk menguatkan tim di puskesmas," katanya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kota Bogor Bima Arya Sugiarto Covid 19