Putus Penyebaran Corona, Transaksi di Pasar Surabaya Gunakan Nampan

| Senin, 15/06/2020 07:15 WIB


Penjual dan pembeli memakai nampan saat menyerahkan uang. Pedagang di Pasar Tradisional Surabaya menggunakan nampan sebagai perantaran transaksis

Katakini.com - Guna memutus mata rantai penyebaran virus corona (covid-19), sejumlah pasar tradisional di Surabaya menggunakan nampan sebagai alat perantara transaksi. Penjual dan pembeli memakai nampan saat menyerahkan uang.

Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan sebanyak 10 ribu nampan gratis telah dibagikan kepada para pedagang di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya.

"Penggunaan nampan untuk transaksi pembayaran ini untuk menghindari kontak langsung antara penjual dan pembeli. Selain itu sebagai salah satu konsep pembentukan Pasar Tangguh di Surabaya," katanya di Surabaya, Minggu (14/6/2020).

Menurut dia, sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya tidak diperpanjang lagi, transaksi pembayar di pasar melalui nampan itu telah diterapkan. Tujuannya, untuk menghindari transaksi atau kontak langsung antara penjual dan pembeli.

Baca juga :
Jumlah Jemaah Haji 2026 Sentuh Angka 1,7 Juta Orang

"Jadi nampan pembayaran itu sudah diterapkan, dan itu ide dari ibu wali kota," ujarnya.

Baca juga :
Iran Beri Hak Istimewa untuk Rusia dan China di Selat Hormuz

Pembayaran melalui nampan itu, lanjut dia, wajib diterapkan oleh pedagang.

"Kalau misalnya yang dapat nampan itu hilang, ya, harus membeli lagi dan itu harus dilakukan," ujarnya.

Baca juga :
PBB Sebut Serangan Israel di Lebanon Hambat Penyaluran Bantuan

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Pasar Tradisional Surabaya Virus Corona