PDIP Setuju Penegasan Larangan Marxisme-Komunisme di RUU HIP

Tim Cek Fakta | Minggu, 14/06/2020 15:17 WIB


PDIP juga setuju penghapusan materi muatan Pasal  7 RUU HIP terkait dengan ciri pokok Pancasila sebagai trisila yang kristalisasinya dalam ekasila. Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto.

Katakini.com - PDI Perjuangan setuju penegasan larangan terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, seperti marxisme-komunisme, kapitalisme-liberalisme, radikalisme, serta bentuk khilafahisme, ditambahkan dalam Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

PDIP juga setuju penghapusan materi muatan Pasal  7 RUU HIP terkait dengan ciri pokok Pancasila sebagai trisila yang kristalisasinya dalam ekasila.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan partainya memilih mendengarkan seluruh aspirasi masyarakat terkait dengan dinamika pro dan kontra RUU HIP, khususnya Pasal 7 dan penegasan larangan ideologi yang berentangan dengan Pancasila.

"Musyawarah untuk mufakat adalah praktik dari demokrasi Pancasila," kata Hasto, Minggu (14/6/2020).

Baca juga :
Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi, Indonesia dan Malaysia Berisiko Paling Terdampak

Hasto menjelaskan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Menko Polhukam Mahfud MD memahami suasana kebatinan yang berkembang.

Baca juga :
Kemendikdasmen Selesaikan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar

PDI Perjuangan, kata Hasto, yakin bahwa Pemerintah akan mengedepankan dialog dan menampung aspirasi yang berkembang.

Berbagai pendapat berkaitan dengan RUU HIP tersebut, menujrut dia, menunjukkan kuatnya kesadaran masyarakat terhadap Pancasila sebagai dasar yang mempersatukan bangsa.

Baca juga :
Menko Pangan Zulhas SPPG Diingatkan Wajib Serap Produk Pangan Desa

"Dengan demikian, akan bijak sekiranya semua pihak mengedepankan dialog. Karena dialog, musyawarah, dan gotong-royong, adalah bagian dari praktik demokrasi Pancasila," katanya.

Indonesia dikenal sebagai pelopor tata dunia baru yang damai dan berkeadilan.

"Semua kepeloporan yang dimiliki Indonesia, mampu menjadi spirit bangsa-bangsa Asia-Afrika dan Amerika Latin memerdekakan diri," katanya.

Ia juga mengingatkan bangsa Indonesia harus bangga dengan kepeloporan tersebut yang seharusnya menatap masa depan penuh rasa percaya diri.

Pada saat bersamaan, lanjut dia, selalu mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa serta menghindari praktik politik divide et impera.

"Pancasila yang digali dari bumi Indonesia adalah saripati kepribadian bangsa yang sarat dengan tradisi gotong royong dan musyawarah," katanya.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
PDIP RUU HIP Komunisme