Anjuran WHO Bikin Malaysia Sewot

Ananda Nurrahman | Selasa, 05/05/2020 06:17 WIB


WHO ajak menghindari pengunaan minyak sawit dalam makanan. Dan sarankan konsumsi lemak tak jenuh Perkebunan Kelapa Sawit

Katakini.com  -Anjuran yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bikin Malaysia sewot. Pasalnya, WHO ajak menghindari pengunaan minyak sawit dalam makanan. Dan sarankan konsumsi lemak tak jenuh yang ditemukan dalam ikan, alpukat, kacang-kacangan, dan lainnya.

Itu disampaikan dalam keterangan Kantor Regional Mediterania Timur WHO. Inilah  membuat Malaysia berang. Karena bersama Indonesia, negara tersebut merupakan produsen minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia.

"Berkenaan dengan lemak makanan sebagai sumber utama kalori, WHO melalui penasehatnya yang baru-baru ini kembali jatuh ke sumur sebelumnya yang sama, mempromosikan minyak komoditas tertentu sambil menyisihkan minyak sawit," kata Kalyana Sundram, CEO Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOC) dikutip dari Channel News Asia.

MPOC menyebut minyak kelapa sawit memiliki keseimbangan alami lemak jenuh dan tak jenuh untuk memastikan penyerapan berbagai zat gizi mikro. Minyak sawit juga tidak memerlukan hidrogenasi, dan tersedia dalam jumlah besar.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Di negara-negara di mana konsumsi lemak di bawah rekomendasi WHO, seperti halnya di sebagian besar Asia dan Afrika, fokus kesehatan berbeda," terang MPOC.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Kebutuhan untuk menyediakan sumber kalori yang andal, berkelanjutan, dan terjangkau untuk menangkal kekurangan gizi (dan meningkatnya kerentanan infeksi) adalah yang terpenting," lanjut badan tersebut.

Kalyana mengatakan, WHO seharusnya fokus pada memunculkan "gagasan manajemen kesehatan yang sangat berbeda" dari pada terus menerus menyampaikan "pesan kuno".

Baca juga :
Mengenal Enam Rukun Haji yang Wajib Dipenuhi agar Ibadah Sah

Diketahui, Malaysia dan Indonesia sama-sama menghasilkan 85 persen kebutuhan minyak sawit dunia. Namun industri sawit menghadapi kritik keras dari para pencinta lingkungan, karena dalam prosesnya sering kali membabat hutan tropis.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Badan Kesehatan Dunia Malaysia Sewot Minyak Sawit