Siti Fadilah: "Pemerintah Jangan Gunakan Vaksin Corona dari Yayasan Bill Gates"

Budi Wiryawan | Senin, 20/04/2020 11:15 WIB


Siti Fadilah Supari menduga, akan ditanam mikrocip untuk memantau orang yang telah menggunakan vaksin tersebut Virus corona (Foto: Press TV)

Katakini.com - Siti Fadilah Supari tekankan agar Pemerintah tidak manfaatkan vaksin coronavirus baru (Covid-19) yang dikembangkan oleh yayasan atau perusahaan farmasi yang berafiliasi dengan Bill Gates.

"Untuk menghadapi wabah corona di Indonesia, sebaiknya pemerintah tidak menggunakan vaksin yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan farmasi yang berkaitan dengan Bill Gates," ujar Siti Fadilah Supari dalam keterangan yang diperoleh, Senin (20/4/2020).

Pertama, belum diketahui sejak kapan bibit penyakit yang sudah dilemahkan itu dibuat. Padahal, prosesnya memerlukan waktu yang tak sebentar.

"Kalau Bill Gates sudah siap dengan vaksin corona sekarang, kapan dia punya seed (bibit) virusnya? Apa sebelum pandemik corona? Apalagi pada tahun 2015, dia telah mengumumkan akan ada pandemik besar di 2020," jelas Mantan Menteri Kesehatan itu.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

Kedua, belum jelas dari negara mana saja galur (strain) bibit SARS-CoV-2 yang digunakan itu untuk membuat vaksin. Soalnya, beberapa ahli di dunia berpendapat, virus terus berubah sampai sekarang. "Bermutasi terus," jelasnya.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Dan kabarnya, sekarang menjadi tiga clade, bahkan ada yang mengatakan telah menjadi enam clade," sambung mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantipres) 2010-2014 ini.

Berikutnya, Siti Fadilah Supari menduga, akan ditanam mikrocip untuk memantau orang yang telah menggunakan vaksin tersebut. Padahal, berdampak negatif terhadap tubuh dalam jangka panjang.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

"Apa betul microchip itu hanya untuk tanda, seperti yang dia katakan? Tidak ada bukti sama sekali," tegasnya.

Karenanya, Siti meminta pemerintah waspada. Apalagi, dicurigai memiliki proyek ambisius, depopulasi, demi mengatur jumlah penduduk dunia.

Terakhir, dirinya mempertanyakan sejak kapan Bill Gates mempunyai virus tersebut. "Apakah dia telah memiliki virus corona sebelum pandemi terjadi?"

Menurutnya, Indonesia tak perlu vaksin Covid-19 untuk sementara ini. Alasannya, virus sangat labil dan tidak memilik data valid tentang orang-orang yang terinfeksi.

"Demi ketahanan nasional kita, andaikan kita pada suatu saat memerlukan vaksin (ada syarat tertentu), kita harus mampu membuat vaksin mandiri dengan strain kita sendiri, dengan keamanan yang bisa kita percaya, tidak ditumpangi kepentingan politik bangsa lain," tuturnya.

Perusahaan bioteknologi berbasis di Amerika Serikat (AS), Inovio Pharmaceuticals, tengah mengembangkan vaksin Covid-19–diberi nama INO-4800. Pengembangannya disokong Bill and Melinda Gates dan Foundation Coalition for Epidemic Preparedness Innovations.

Sebelum diproduksi massal, vaksin yang telah direstui Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) itu bakal diuji coba klinis ke 40 relawan yang telah diseleksi. Akan berlangsung beberapa minggu ke depan.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Siti Fadilah Supari Virus Corona Vaksin Bill Gates