BJ Habibie, Bapak Sekaligus Korban Pertama Demokrasi

Ananda Nurrahman | Jum'at, 13/09/2019 12:44 WIB


Kendati akhirnya memutuskan mengundurkan diri sebagai presiden, setelah muncul kontroversi buntut dari lepasnya Timor-Timur pada 1999, Habibie menurut pandangan Yenny tidak pernah surut mencintai Indonesia. Yenny Wahid (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta - Sebagai Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie dikenal sebagai `Bapak Demokrasi`. Sebutan itu diberikan, karena teknokrat jenius tersebut membuka ruang berpendapat seluas-luasnya, untuk kali pertama sejak Orde Baru tumbang.

Namun malang, sebagai `Bapak Demokrasi`, Habibie pula harus menjadi korban pertamanya. Demikian penuturan putri Presiden ke-4 RI, Yenny Wahid usai menziarahi makam Habibie pada Kamis (12/9).

"Beliau membuka ruang demokrasi seluas-luasnya. Tapi beliau pula menjadi korban pertama dari kebebasan berpendapat tersebut, karena banyak dikritik," kata Yenny kepada awak media.

Kendati akhirnya memutuskan mengundurkan diri sebagai presiden, setelah muncul kontroversi buntut dari lepasnya Timor-Timur pada 1999, Habibie menurut pandangan Yenny tidak pernah surut mencintai Indonesia.

Baca juga :
Waka Baleg DPR: Putusan MK Pertegas Kewenangan BPK Hitung Kerugian Negara

Hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir pada Rabu (11/9) di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Habibie tetap menyuarakan pesannya untuk generasi muda Indonesia.

Baca juga :
Komisi VIII DPR: Tambahan Biaya Haji 2026 Harus Ditanggung Negara

"Kritik itu diterima dengan logowo, ikhlas, karena tahu untuk mendidik anak, kadang-kadang orang tua harus menjadi korban dulu," ujar Yenny.

Yenny ingat, dalam pembicaraan terakhirnya dengan Habibie pada Juli lalu, dia berpesan agar keluarga Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tidak lelah berjuang untuk demokrasi, kebhinekaan, dan toleransi.

Baca juga :
Arteta: Arsenal Tanpa Rasa Takut di Fase Krusial Musim Ini

"Beliau ingin masyarakat dari suku dan agam yang berbeda, bisa hidup harmonis dalam wadah NKRI. Beliau ingin anak bangsa berlomba mencari ilmu pengetahuan, memberikan karya, dan berkontribusi positif," tandas dia.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Yenny Wahid BJ Habibie Demokrasi