Indonesia-Suriname Kerjasama Pelatihan dan Pendidikan Diplomatik

| Selasa, 21/05/2019 10:49 WIB


MoU kerjasama pelatihan dan pendidikan diplomatik telah ditandatangani Desember 2018. Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi setelah pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Suriname, Y.M. Yldiz Deborahdi Paramaribo, Suriname, Senin (20/5).

Paramaribo, Etoday.com - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Suriname sepakat perkuat kemitraan ekonomi dalam pertemuan bilateral di Paramaribo, Suriname, Senin (20/5).

Hubungan kerjasama ekonomi itu, di antaranya pembangunan infrastruktur, pertambangan, energi, pengembangan perbankan Syariah, dan peternakan, khususnya inseminasi buatan.

"Indonesia dan Suriname sepakat untuk perkuat kerja sama ekonomi," ujar Mentri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi setelah pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Suriname, Y.M. Yldiz Deborah

Selain di bidang ekonomi, salah satu area yang juga menjadi perhatian kerja sama Indonesia-Suriname adalah bidang pengembangan Pusat Pelatihan Diplomatik Suriname. MoU kerjasama pelatihan dan pendidikan diplomatik telah ditandatangani Desember 2018.

Baca juga :
Bangun Ketahanan Industri Penerbangan, AirNav Indonesia Gelar NAFEF 2026

Pada Maret 2019, Indonesia telah mengirimkan tim guna memberikan pengalaman Indonesia dalam pengembangan pendidikan dan pelatihan diplomatik.

Baca juga :
Waka MPR Bicara Pentingnya Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Hadapi Ancaman Bencana

Selama kunjungan, telah ditandatangani perjanjian bebas visa kunjungan singkat bagi pemegang paspor biasa. Perjanjian ini merupakan satu-satunya yang mencakup para pemegang paspor diplomatik, dinas, dan paspor biasa dalam satu perjanjian.

Diharapkan perjanjian bebas visa kunjungan tersebut dan eratnya hubungan sejarah dan budaya yang khusus ini menjadi dasar untuk semakin memperkuat people to people contact antara kedua negara.

Baca juga :
Siapa Saja 7 Firaun Paling Terkenal di Mesir Kuno?

Indonesia memiliki hubungan sejarah dan budaya yang khusus dengan Suriname. Suku bangsa dan bahasa Jawa merupakan salah satu suku bangsa dan bahasa yang hidup di Suriname.

"Dengan bekal dan hubungan sejarah dan budaya yang khusus ini, menjadi sangat alami bagi Indonesia dan Suriname untuk memperkokoh hubungan bilateral di berbagai bidang, khususnya ekonomi dan pembangunan," tegas Menlu Retno.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Kementerian Luar Negeri Suriname Pendidikan Diplomatik