Produksi Berlimpah AS Tekan Harga Minyak

Syafira | Kamis, 02/05/2019 10:59 WIB


Minyak mentah Brent berjangka berada di harga US$72,15 per barel pada Kamis (2/5) Depo pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM)

Singapura, Etoday.com - Harga minyak dunia terus menurun akibat rekor produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) dan stok melonjak.

Namun pasar masih tegang setelah AS mencabut pengecualian sanksi untuk Iran, krisis Venezuela meningkat, dan klub produsen OPEC menahan pasokan.

Minyak mentah Brent berjangka berada di harga US$72,15 per barel pada Kamis (2/5) per pukul 01.42 GMT, 4 sen di bawah penutupan terakhir mereka.

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS hampir tidak berubah dari penyelesaian terakhir mereka, di angka US$63,58 per barel.

Baca juga :
Pertamina Gelar Pasar Murah di Cianjur, Paket Sembako Rp211.000 Jadi Rp30.000

"Harga minyak mentah turun tajam karena stok di AS naik ke level tertinggi sejak 2017," kata bank ANZ, pada Kamis dikutip dari Reuters.

Baca juga :
Kajati Jabar dan Kajari Subang Tinjau Progres Pembangunan Pelabuhan Patimban

"Ini terjadi ketika kilang AS menuju ke periode pemeliharaan musim semi, memicu kekhawatiran bahwa permintaan minyak mentah akan lunak dan stok akan terus meningkat," tambahnya.

Stok minyak mentah AS pekan lalu naik ke level tertinggi sejak September 2017, melonjak 9,9 juta barel menjadi 470,6 juta barel, karena produksi menetapkan rekor tertinggi 12,3 juta barel per hari (bpd), sementara tingkat kegiatan penyulingan turun.

Baca juga :
Ketua DPR Harap RUU PPRT Dapat Akhiri Kekerasan-Diskriminasi terhadap PRT

Di luar Amerika Serikat, pasar minyak tetap ketat di tengah krisis politik di Venezuela, semakin ketatnya sanksi AS terhadap Iran yang akan berlaku Mei depan, dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) terus menahan pasokan untuk menopang harga.

Menteri Energi Oman Mohammed bin Hamad al-Rumhy mengatakan, tujuan OPEC ialah untuk memperpanjang pemotongan, yang dimulai pada Januari, ketika mereka bertemu berikutnya pada bulan Juni.

Terlepas dari keinginan banyak anggota OPEC untuk tetap menahan pasokan untuk menopang pasar, kelompok ini mungkin dipaksa untuk bertindak.

"Situasi Venezuela kemungkinan akan tampak besar dalam pembahasan OPEC karena para menteri menimbang berapa banyak barel tambahan yang mungkin diperlukan untuk mengisi kesenjangan pasokan yang meningkat yang didorong oleh geopolitik sebagai lawan dari geologi," kata bank Kanada RBC Capital Markets.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Harga Minyak West Intermediate Brent Internasional