Dialog Kebangsaan SDI, Hendrajit: Kebudayaan Indonesia Kunci Wujudkan Kesejahteraan Rakyat

Aliyudin | Minggu, 23/08/2026 12:18 WIB


Seharusnya para reformis belajar dari Gerakan Mao di China ketika menurunkan pemerintahan Chang Kai Sek. Dialog kebangsaan untuk negeri Swarna Dwipa Institute (SDI) di Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Foto: dok. katakini

JAKARTA – Lembaga peneliti dan konsultan politik Swarna Dwipa Institute (SDI) menggelar Dialog Kebangsaan untuk Negeri dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gould Cafe Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8/2026).

Dialog kebangsaan yang bertema “Kedaulatan Indonesia & Upaya Mensejahterakan Rakyat tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh dan aktivis lintas generasi. Mereka di antaranya Wakil Menteri Tenaga Kerja DR. Afriansyah Noor, CEO SINPO Media Group DR. Ariawan, Pakar Geopolitik DR. Hendrajit, Akademisi Universitas Paramadina DR Herdi Sarasat, Keluarga Besar Universitas Indonesia (UI) Sukma Widayanti M.Si., Praktisi Hukum Niko Adrian, S.H., M.H., serta sejumlah aktivis dari berbagai lintas Angkatan lainnya.

Ruangan dialog sangat penuh dan suasana dialog cukup hangat, serta penuh antusias dari para peserta. Bahkan tampak hadir sejumlah mahasiswa.

Pakar Geopolitik DR. Hendrajit menyampaikan bahwa ada yang salah dan terjadi secara terus menerus Pascareformasi 1998.

Baca juga :
Kemenhaj Buka Seleksi Petuga Penyelenggara Ibadah Haji Arab Saudi 2027

“Ibaratnya gerakan reformasi hanya sampai pintu gerbang, tetapi permasalahan di ruang tamu istana tidak di sentuh, apalagi ruang khusus istana,” kata Hendrajit.

Baca juga :
Serahkan Bantuan, Pimpinan DPR Tinjau Lokasi Kebakaran Desa Adat Sade

Menurut Hendrajit, seharusnya para reformis belajar dari Gerakan Mao di China ketika menurunkan pemerintahan Chang Kai Sek.

Selain itu, kata Hendrajit, para reformis harus fokus pada kebudayaan Indonesia dalam upaya menciptakan kedaulatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Baca juga :
Ini Panduan Menjawab Azan dan Doa Setelahnya

“Tidak mungkin kita akan mencapai kedaulatan dan kesejahteraan apabila tidak memahami secara utuh kebudayaan yang menjadi akar kehidupan masyarakat Indonesia,” tegas Hendrajit.

“Budaya memiliki peran yang sangat vital dan fundamental dalam perjalanan bangsa,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Pendiri SDI Frans Immanuel Saragih yang juga Pengamat Komunikasi Politik menyampaikan haeapan agar Swarna Dwipa Institute menjadi rumah besar bagi seluruh aktivis berbagai lintas generasi yang mencintai Indonesia.

“Karena SDI hadir ingin menjadi tempat dialog berbagai elemen yang bisa menghasilkan pemikiran atau pandangan yang berguna bagi kemajuan Indonesia,” ungkap Frans.

Dalam acara tersebut sejumlah tokoh memperoleh SDI Award 2026, yakni Wamenaker DR. Afriansyah Noor sebagai Tokoh Muda Peduli Buruh, CEO SINPO Media Group DR. Ariawan sebagai Tokoh Muda Jurnalistik Kreatif, DR. Hendrajit sebagai Pakar Geopolitik Indonesia.

Sebelumnya SDI Award juga diberikan kepada Menteri Lingkungan Hidup M. Jumhur Hidayat dan Menteri Koperasi DR. Ferry Juliantono.

Ikuti Update katakini.com di

Google News: https://bit.ly/4qCOURY
Terbaru: https://katakini.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/katakinidotcom/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
KEYWORD :
Dialog Kebangsaan Frans Immanuel Saragih Kebudayaan Indonesia